TMCBlog.com – Bro sekalian, seperti yang diberitakan sejak winter test MotoGP di Sepang Januari lalu bahwa pihak pabrikan Ducati akan terus berbenah pada sektor sasis GP18 sampai pada fase dimana Desmosedici semakin nyaman dikendarai oleh berbagai rider. Dengan berbekal data dari Desmo GP17, evolusi sasis GP18 terus dikembangkan, dan pada sesi uji coba musim dingin di sirkuit Chang International kemarin Ducati milik Dovizioso kedapatan mencoba satu unit sasis utama (main frame) yang seperti ‘ditutup-tutupi’ kehadirannya.

Pihak Ducati memang mengakui meskipun secara tidak terang-terangan bahwa akan terus ada update sasis evolusi dari GP17 selama masa uji coba, setidaknya hingga Qatar Test di bulan Maret mendatang. Pada Sepang Test kedua rider mendapatkan hasil yang baik namun belum maksimal, baik Dovizioso dan Lorenzo sepakat bahwa ada peningkatan motor pada sektor handling ketika motor memasuki tikungan dan keluar tikungan ketimbang tahun lalu. Tapi disaat motor didalam tikungan dirasa masih inferior ketimbang kompetitornya, dan sektor itulah yang perlu dibenahi Desmo GP18.

Maka saat Buriram Test adalah saat yang pas untuk melihat seperti apa main frame terbaru dari Ducati GP18, dan benar saja sob terlihat salah satu GP18 tunggangan Dovizioso ada yang ditutupi pada bagian main frame yang dekat dengan steering pivot.

Analisa sederhananya adalah bila revisi pada bagian tersebut, biasanya memang untuk mengejar stabilitas saat menikung karena pada sekitar bagian tersebut logam sasis bekerja menahan beban mesin ketika motor miring dan ketika motor dalam keadaan miring (menikung) sasis-lah yang bertugas sebagai ‘suspensi’ yang menopang bobot vertikal motor ketika menikung disaat suspensi bekerja menahan gerak/bobot sentrifugal motor.

Bisa juga sedikit flashback ke tahun 2006 dimana Yamaha merevisi cukup banyak pada sektor sasis bagian depan dekat steering pivot YZR-M1 bewarna kuning Camel dengan hasil mengecewakan. Motor dengan mudahnya menghancurkan ban depan karena desain sasis utama bagian depan yang dianggap gagal bila dibandingkan dengan Yamaha M1 2005, dimana puncaknya adalah saat GP Shanghai ketika ban depan Michelin Yamah M1 terkelupas sehingga membuat Rossi DNF kala itu. Lalu pada akhirnya Valentino Rossi kehilangan gelar juara dunia 2006 dari Nicky hayden di Valencia GP.

Satu yang disayangkan adalah tidak terlihat seperti apa detil perubahannya, kalau saja tidak ditutup seperti itu kita bisa melihat perbedaan sambungan las plat aluminium pada sasis utama GP18 ini nih sob. Soalnya saat motor masuk dan akan keluar pihak Ducati menjaga dengan sangat ketat, walaupun pintu garasi paddock tidak ditutup namun setiap motor dengan sasis ini masuk langsung ditutup partisi seperti gambar diatas.

Namun dari apa yang Dovizioso lontarkan saat media debrief, kita bisa menarik kesimpulan bahwa sasis tersebut tidak memberikan peningkatan yang pesat. Kata Dovi; “Setiap kali Anda harus mengambil keputusan dan Anda harus terlibat pada suatu perbandingan. Dan itu sangat sulit. Di satu sisi, untungnya kami sangat cepat pada setiap setup dengan setiap fairing dan setiap chassis yang kami coba. Tapi tidak mudah memahami versi mana yang lebih baik. Ada hal positif dan negatif dalam satu waktu. Kita butuh lebih banyak waktu besok, tapi terutama di Qatar dengan kondisi, suhu dan lokasi geografis trek yang berbeda. Saya tidak berpikir ini adalah trek terbaik untuk membuat keputusan tentang fairing dan chassis mana yang akan kami pakai selama balapan nanti. “

Ketika Dovi ditanya mengenai detil sasis yang baru saja Ducati bawa di Thailand, dirinya kembali mengatakan hal yang hampir serupa; “Sasis ini sangat sangat mirip. Saya melakukan lap time yang cenderung sama. Itu sebabnya kembali Saya bilang sulit untuk mengambil keputusan. Pertama, suhu di trek ini dan kondisi lintasannya bukan yang terbaik untuk mengambil keputusan, terutama jika perbbedaannya kecil.”

Nugi TMCBlog

12 COMMENTS

    • Ini orang kurang info apa emang bego beneran ya? kalo maksudnya rcv punya marquez sejak 2016 udah ga pake sasis 2014 lagi

      Guest
  1. M1 2006 problmnya chattering wak…

    Kala itu rossi gk nymn dg gejala geter kala nikung d stang…

    Usut punya usut ternyta sasis m1 2016 pnya ktbln sasis yg lbh tipis. , yg mnurut masao furusawa wktu itu berfikir, untuk mnambh agility m2, justru zonk..

    Guest
  2. memang motogp penuh dengan teknologi dan ilmu tingkat tinggi para insinyur pengembangnya, salut sekali dan masukan dari pembalap juga benar2 harus jadi masukan, saya rasa pembalap yang sedikit banyka tahu sooal tehnik akan lebih banyak memberikan masukan positif bagi team

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.