TMCBLOG.com – Menaik membaca Statement Seorang general manager Ducati corse mengenai strategi test rider Untuk Ducati MotoGP. Selama ini Ducati Corse boleh dibilang cukup bertumpu pada satu Sosok Test Rider baik untuk mencoba Motor Prototipe balap mereka Desmosedici GP maupun Motor balap Homologasi Superbike mereka Panigale V4R Yakni Michelle Pirro.

Walaupun Jorge Lorenzo Confirmed akan menjadi test rider Yamaha Di Portimao bulan depan, namun statusnya di 2021 belum fix. Akahkan Ducati mau menambah Squad test rider mereka dengan menambahkan Nama Jorge Lorenzo? Jawaban Gigi kepada speedweek adalah sebagai berikut sob

“Kami telah memutuskan jalur yang berfokus pada kaum muda, dan saya yakin ini lebih cocok dengan gaya kami dan juga lebih masuk akal. Kami senang dengan Michele Pirro, yang melakukan pekerjaan luar biasa dalam banyak hal, untuk MotoGP dan Superbike, termasuk membantu para pebalap kami. Sulit membayangkan bahwa kami dapat menemukan test rider yang lebih baik darinya. “

Dari apa yang dikatakan Oleh Gigi, terlihat memang dari segala aspek Sepertinya Pemilihan Michele Pirro Masih lebih Memiliki Value dibandingkan Ducati meunjuk Pembalap lain walaupun namanya sekaliber Jorge Lorenzo. Penilaiannnya tentu Bukan hanya soal performa, namun beberapa variabel yang dibutuhkan dari seorang test rider seperti kesensitifitasan. Lalu Gigi pun ditanya mengenai Rumor yang mengatakan bahwa Leopard akan menggantikan Avintia paling cepat di 2021 plus Luca Marini juga yang dirumorkan akan mendapat tempat di Ducati. Mengenai dua hal ini Gigi menjawab

” Itu baru sekedar hipotetis, dan meskipun menarik, saat ini kami juga memiliki kontrak dengan Avintia untuk tahun 2021. Itu rumor dan bukan spekulasi, kami akan mengikuti apa yang terjadi untuk menemukan solusi terbaik terkait pembalap dan tim “

Yap FYI Baik Avintia racing Maupun Pembalapnya Tito Rabat memang secara umum masih memiliki Kontrak di 2021. Namun semua kadang bisa berasni berspekulasi seperti itu terhdap Ducati karena pergerakan di Ducati termasuk soal Line up pembalap Itu Unik. Salah satunya adalah kasus terdepaknya Anak Sultan Brno Karel Abraham dair Avintia Untuk memuluskan jalan Ducati Corse menghadirkan Johann Zarco walaupun katanya ketika itu Karel sudah memiliki kontrak 2020.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

31 COMMENTS

  1. Dua pabrikan balap identik warna merah asal italiano ini agak mirip-mirip managing test driver/ridernya.

    Ferrari punya Luca Badoer yang mengabdi 10 tahun sebagai test driver.
    Ducati punya Pirro yang setia sejak (kalau nggak salah) 2013 sebagai test rider.

    Guest
  2. siapapun pembalapnya ttp pabrikanya itu2 ja…falam hal ini kasus dovi , pabrikan merasa menang, dlm hal ini kasus marquez pembalap merasa menang aji mumpung jd alien minta gaji yg sebesar2nya..

    Guest
  3. Depak Rabat itu sulit, karena dia lebih sultan daripada Abraham. Lah di motornya aja ada sponsor perusahaan perhiasan keluarganya Rabat.

    Guest
    • Dalam kasus ini gak sulit, karena beberapa waktu lalu rabat sempet bikin statement ke media. Besar kemungkinan 2021 dia mundur dari motogp, justru karena berita itu maka timbul lah spekulasi kalo avintia juga bakalan mundur. Karena sumber dananya yaitu rabat ada rencana mau mundur.

      Beda sama sultan abraham yg gak ada niat mundur tiba tiba disuruh mundur

      Guest
    • sebenarnya waktu ada rabat dan abraham, avintia masuk kategori tim sultan, harusnya cari supplyer mesin yang mudah dikendarai untuk pembalapnya dan mendapat jaminan update spare part,
      sebelum ini kan avintia hanya mendapatkan mesin bekas 2 tahun lebih tua dari factory dan expired pula, kecuali 2020 ini mereka mendapat gp19 untuk zarco

      Guest
  4. Lebih baik dalam artian mau dibayar murah dan ga kebanyakan nuntut. Itu yang ada di sosok Pirro.

    Ducati kebanyakan narasi padahal alasan mereka cuma cari rider semurah2nya, klise. Mau juara kok cari pembalapnya ngirit, contek cara HRC dong. Ato kalo masih mau ngirit pake cara KTM cari & manage rider. Lupain syarat utama harus KTP Italia dan murah.

    Guest
  5. Gw sebenernya kasian sama Gigi Dalgona, otaknya kaya diperes buat bikin motor juara tapi Ducati sendiri rider management nya payah. Sepanjang kariernya, baru di Ducati ini Dalgona ga menang2. Di Aprilia cuma senggol jempol dia dikit motornya langsubg jawara, tapi harus diinget jg butuh peran rider. Wsbk ketolong Max Biaggi yg anti mabuk2an makanyq performa sampe kepala 4 tetep tajam, di 250 ketolong Lorenzo, di 125 udah ga perlu ditanya lg semua tim ngarepin dapet Aprilia.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.