TMCBLOG.com – Salah seorang Manager Kondang di MotoGP, Carlo Pernat sangat Yakin bahwa dua Pembalap Ducati saat ini yakni jack Miller dan Johann Zarco tidak akan bersama Tim mereka lagi pasca Musim 2022 ini. Bahkan Keyakinannya sampai pada tahap penyebutan persentase yakni 99%, weleh weleh . .

” Jack Miller dan Johann Zarco akan – jika tidak ada kejutan lain – akan tersedia di Market pebalap, saya mengatakan dengan kepastian 99,9%. Jack adalah pembalap yang bagus, tetapi dia banyak pasang surut. Yamaha, di sisi lain, adalah pabrik dengan posisi terbaik karena memiliki tiga pembalap kuat: Quartararo, Morbidelli dan Toprak. “ Begitu kata Pernat kepada GPOne

Menarik melihat informasi dari Pernat ini karena secara umum prestasi 2021 Miller sebenarnya nggak jelek jelek amat. Miller memenangkan Grand Prix pertamanya musim lalu di Jerez dan Le Mans, sementara Zarco membuat paruh pertama kejuaraan yang luar biasa, dengan empat tempat kedua dalam tujuh balapan pertama tahun 2021. Ingat, pembalap Australia itu memiliki kontrak dengan tim Borgo Panigale sampai akhir 2022, sama seperti Zarco. sementara Francesco Bagnaia – urutan kedua pada 2021 – Telah mengamankan tempatnya, menjadi Kekuatan utama tim dan pabrikan Ducati Guna membidik gelar.

Tim merah asal Italia ini sangat berpotensi melakukan beberapa perubahan di 2023 setelah Jorge Martín menunjukkan beberapa kinerja yang baik pada musim rookienya di 2021. Musim lalu ia beberapa kali meraih Pole Possition, memenangkan perlombaan, di GP Styria, dan akhirnya mengambil podium kedua di race Finale Valencia 2021 sebelum akhirnnya finish di posisi akhir Klasemen

Sebelum ini, seperti Yang bisa dikutip di La Gazzetta dello Sport, Jorge Martin sudah menancapkan target jangka Panjangnya di 2023 yakni menjadi salah satu pembalap di Team pabrikan Ducati: “Tujuan saya adalah menjadi juara dunia di Ducati dan untuk itu saya harus bergabung dengan tim pabrikan. Kami berharap berada di tim itu pada 2023’. ” . .

Memang masih terlalu dini memperkirakan siapa yang akan ditujuk menjadi Punggawa Punggawa Desmosedici pada 2023 nanti Karena Race 2022 sendiri akan dilakukan lebih dari 18 seri. Ducati Diperkirakan Sudah akan menentukan Line Up 2023 sebelum rehat Tengah Msuim 2022. Namun begitu Jika Kita ansih hanya melihat hasil 2021, Maka Secara umum Pasangan Pecco Bagnaia – Jorge Martin sepertnya menjadi kandidat terkuat Buat Ducati Factory 2023

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

32 COMMENTS

  1. well,, kyknya semua orang emg bakalan setuju dgn prediksi Pernat,

    Jack Miller memang agak mengecewakan krn di awal musim dia lah yg ditunjuk sebagai rider utama tim yg diharapkan bisa bertarung gelar sedangkan Pecco hanya jadi rider kedua, ketika musim berjalan kenyataan malah sebaliknya,, tapi sebenarnya Miller mungkin masih bisa dipertahankan Factory Ducati kalo emg Pramac ga mau ngelepas Martin, toh dia orangnya legowoan utk dijadikan wing man nya Pecco,

    • Dgn segala hormat pd jackas
      Sebenarnya udah ketaker ketika dia d pramac
      Krn waktu d pramac dia udah dapet motor terbaru
      Beda dgn pecco yg pakai motor lawas di pramac
      Tp liat musim lalu, ane juga jd pesimis sama pecco, kecuali dia bisa belajar untuk meminimalisir kesalahan2 yg konyol

  2. Jack Miller cuma jago stoppie sama akrobat doang,di asbk aja kirain bakal dominan menguasai ternyata saat pakai motor yg tidak terlalu canggih skill nya cuma sedkit diatas rata rata

  3. Miller out dr motogp!
    Makanya mil klo dh jd atlet motogp hidupmu jg harus ketat minumu jg kudu sehat jgn smbarangan ngikutin napsumu
    Maaf bagi ducati n honda you kurang konsisten

      • Lah terus semua peserta harus privateer gitu? Mana coba regulasinya gw liat, bisa dipertanggungjawabkan ga komen lu? Acuannya buku regulasi taon berapa dan halaman berapa? Ato minimal copasin kesini kutipan bunyi regulasinya.

      • Suka tidak suka nastro azzuro adlh tim khusus hrc yg khusus untuk menampung rossi krna slot d repsol honda udah penuh, semua orang2 d dlam tim nastro azzuro adlh bekas skuad doohan dan pemilik tim ini adlh HRC sendiri

  4. Wak kalau Ducati menjadi terlalu dominan, apakah dimungkinkan MotoGP menggunakan kembali ECU inhouse masing masing pabrikan?
    Mungkin pabrikan Jepang keberatan dengan ECU tunggal MM, karena Ducati yg paling diuntungkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here