TMCBLOG.com – Seperti Kita ketahui, Nicolò Bulega dan Aruba.it Racing kembali bersama pada tahun 2026 untuk menulis halaman baru di Kejuaraan WorldSBK dengan Panigale V4R. Nicolò, yang lahir pada tahun 1999, telah berada di orbit Ducati dan Aruba.it sejak tahun 2022 di ajang Supersport pertama dan di ajang Superbike mulai tahun 2023, akan terus mengenakan warna merah pabrikan Borgo Panigale.
Selain sebagai pembalap WSBK, Ducati Juga mencoba menghargai bakat pebalap muda Italia ini dengan membuatnya terlibat aktif, bersama pembalap penguji Michele Pirro, juga dalam proyek MotoGP dan di departemen Ducati Corse untuk pengembangan Desmosedici GP dengan ban Pirelli.
Bulega : “Saya sangat senang bisa menjadi pebalap penguji Ducati untuk MotoGP. Ini adalah bagian dari mimpi yang menjadi kenyataan karena tidak banyak pebalap yang diberi kesempatan untuk mencoba Ducati Desmosedici GP. Saya berterima kasih kepada Claudio, Gigi, Mauro, dan semua orang di Borgo Panigale yang telah memikirkan saya dengan menawarkan kesempatan ini “
Dengan masuknya pemasok baru Ban ke kelas Premier mulai tahun 2027 – saat ini menjadi pemasok tunggal di WorldSBK – Nicolò akan menjadi sumber daya yang berharga untuk menghadapi transisi ini dengan sebaik-baiknya.
Luigi Dall’Igna (General Manager Ducati Corse) : “Dengan segera masuknya pemasok ban baru di MotoGP, Nicolò merupakan sumber daya yang hebat untuk pengembangan dan adaptasi Desmosedici GP ke Pirelli. Peran baru ini baginya merupakan insentif lebih lanjut untuk meningkatkan dan tumbuh sebagai pebalap, tetapi juga merupakan demonstrasi penghargaan dan kepercayaan yang hebat”. – @tmcblog



Byee Bau
gaskan Pan
Pelan tapi pasti dan lebih realistis. Sama-sama memiliki banyak PR, namun dibandingkan Toprak, Bulega bisa mencicilnya mulai akhir musim 2025 dan 2026, sehingga siap untuk kompetitif di MotoGP 2027.
Disisi lain, Toprak yang memilih ke MotoGP 2026 akan sangat banyak melakukan penyesuaian: 2 mesin Yamaha berarti 2 jenis motor prototipe, ban, RHD, pengereman, dll. Dan harus menyesuaikan lagi di 2027. Waw.
istilah kata, Bulega bisa dapet “makanan pembuka” sebelum mencicipi makanan utama full season di MotoGP nanti.
BTW, akan cukup berani kalau Bulega mau pakai no. 46 buat di MotoGP nanti. hahahahahahhhh
Ooh bukan Ruben Rey Rey reynaldi,karena kalo picolo cidera saat ngetest motor motogp perebutan juara WSBK Ducati bisa terancam
Semudah itu kah sekarang motor ducatil? Sampe sampe non motogp racer iso nyekel.
Toprak bakal menghadapi tantangan lebih besar dibandingkan Bulega karena ia harus beradaptasi dengan dua perubahan besar sekaligus: Michelin ke Pirelli dan mesin 850cc. Toprak harus menyesuaikan diri dengan ban baru sambil memahami karakteristik mesin MotoGP yang lebih kecil dan kemungkinan perubahan aerodinamika. Ini berarti Toprak harus bekerja dua kali lebih keras dalam pengembangan motor dan gaya balapnya dibandingkan Bulega.
Bulega sudah terbiasa dengan karakteristik ban Pirelli dari WorldSBK. Bulega hanya perlu fokus pada adaptasi ban tanpa perubahan besar pada mesin.
Apakah Toprak bisa mengatasi tantangan ini dengan cepat, atau justru Ducati lebih diuntungkan dengan pendekatan mereka? Waktu akan membuktikan…
Pirelli ini aroma aromanya bakal lebih kerasa macam era jembatan batu daripada michelin lah ya
Dan rasanya klo Bulega diliatliat “oke nih ke motogp”
Bakal lebih mulus dari toprak shiftingnya
ya asal dia bisa ga kedodoran di wsbk, selama masa part timer rnd motogp
style bulega itu mengingatkan akan jorge lorenzo yg kenceng di tikungan panjang and ngacir