TMCBLOG.com – Kita mulai dengan fakta dimana sejak kategori mesin baru kelas paling ringan Grand Prix Sepeda motor menggunakan mesin 4-tak satu silinder 250cc diperkenalkan pada tahun 2012, motor RC4 KTM Group —di bawah merek KTM, GASGAS, dan CFMOTO— memenangkan delapan gelar Juara Dunia Moto3 jika kita memasukkan tahun 2025, mengingat dominasi RC4 yang begitu mencolok di tahun ke-14 ini. Sementara Honda hanya mengemas enam kali gelar Juara.
Sementara Honda sejak 2015, semua gelar Juara Moto3 dari pembalap Honda dimenangkan oleh tim Leopard yang terdiri dari Danny Kent (2015), Joan Mir (2016), Jorge Martin (2017), Lorenzo Dalla Porta (2018), dan Jaume Masiá (2023).
Untuk tahun 2025 ini, sementara menjelang seri di Catalunya, di klasemen kejuaraan konstruktor, KTM memimpin dengan perolehan poin terbanyak (350 poin), mengungguli Honda (169 poin). Para pembalap KTM RC4 telah memenangkan semua 14 balapan. Sementara sepuluh pembalap Honda belum pernah meraih lebih dari dua posisi ke-2 dan dua posisi ke-3 di tahun 2025.
Fakta ini ditambah aktifnya KTM memberikan update dari kuda besi RC4 250cc mereka, membuat nama KTM begitu ‘harum’ di mata para talenta muda. Dan ini jelas masalah bagi tim tim konsumen Honda karena sulitnya saat ini memperoleh talenta berbakat yang luar biasa untuk mau membalap dengan Honda NSF250RW.
“Masalah daya saing Moto3 Honda itu adalah cerita yang panjang “ kata Mirko Cecchini, team principle Sniper Honda Moto3 “Hal itu menyebabkan talenta muda enggan mengendarai Honda. Kami kesulitan membuat para pebalap muda bersemangat menyambut musim Kejuaraan Dunia bersama Honda.”
“Setelah kesuksesan KTM baru-baru ini, semua ‘pembalap menjanjikan’ berbondong-bondong ke merek Austria tersebut. Pada dasarnya, kami hanya bisa merekrut pembalap yang tidak diminati tim KTM. Itulah masalah terbesar kami.”
“Intinya, motor Moto3 kami tidak seburuk itu. Tapi KTM masih sedikit lebih baik, terutama dalam hal tenaga mesin. Namun, dengan pembalap top, saya rasa kita masih bisa bersaing untuk posisi teratas sebagai tim Honda saat ini.”
Oleh karena itu Sniper Honda team mencoba cara lain untuk bisa memperoleh atau membangun talenta yang dibutuhkan yakni dengan memulai semenjak ETC. “Kita perlu menemukan talenta muda. Itulah sebabnya kami mengikuti European Talent Cup, yang diadakan sebagai bagian dari seri Moto3 JuniorGP.” – @tmcblog







Sumber dayanya lagi difokusin ke MotoGP
Veda pake MTK gacorrr..
Veda pake hondo agak melempem
Ya bisa d lihat di etc, hasilnya benar2 susar sekali merangsep kedepan
Mau riset tanggung dah mau ganti mesin lagi. Emang sih hrc fokus ke motogp. Yang lain serasa diabaikan.
masalahnya redbull rokies cup memakai basis rc4 dan sudah lama berkiprah di kadet championship, sedangkan junior talent cup masih baru dan kurang luwes di kelas kadet, kalah saing lah jdinya honda.
duh waduh ini kelas prototipe mahal
Tapi ketika kalian naik ke moto gp jangan sekali kali masuk team KTM…