Sepertinya Marc Mengira itu Run off masih seperti tahun 2024 yang panjang sampai ke Entry T2. Untuk Memenuhi standar homologasi FIA Grade 3, Run Off aspal telah dipapas dan diganti Gravel pada T1 Exit/ Entry T2 Sirkuit Mandalika sejak April 2025pic.twitter.com/DtANjXmsMj
— tmcblog (@motoupdate) October 3, 2025
TMCBLOG.com – Seperti Kita ketahui di sesi pertama kelas MotoGP Mandalika 2025 yang lalu di hari Jumat, Marc Marquez sempat masuk gravel trap di T1 setelah pit-out. Ia masuk ke gravel trap setelah memutuskan untuk tetap di run-off area T1 setelah melihat ada banyak pebalap di active-line T1. Namun di ujung run-off, Marc masuk gravel yang diperkirakan karena ia tidak tahu kalau tahun ini ada pemapasan beberapa run-off Mandalika untuk memenuhi homologasi FIA Grade-3.
Marc Marquez tidak memberikan opininya mengenai hal ini, namun di video “Inside” , Ducati Lenovo Seri Indonesia (menit ke-5 detik ke-20), beberapa pembalap seperti Pecco Bagnaia dan Alex Rins ternyata sempat mempertanyakan ‘hilangnya’ bagian run-off di T1 dan T10 yang tahun lalu masih ada.
” Kenapa mereka menaruh gravel di T1 dan T10? Tahun kemarin tidak seperti ini. Tidak, pas Januari (latihan VR46 Riders Academy) saya ke sini tidak seperti ini. “ Begitu kata Pecco kepada Rins.
” Kalau Kamu melebar di T1 dan kamu melihat ke belakang, terus kamu akan masuk ke gravel dan ini cukup dalam. Menurut saya kita harus beritahu ini ke Safety Commision. “
Dan ditimpali oleh Alex Rins, ” Ini yang membuat Holgado, pembalap Moto2 nyaris crash. “
Pekerjaan utama pembenahan run-off homologasi FIA beberapa bulan yang lalu di sirkuit Mandalika meliputi pembongkaran aspal pada area run-off dan penambahan gravel trap di beberapa titik strategis seperti T1 exit / T2 entry, T5 entry, T10 entry, T10 exit / T11 entry, dan T13 entry.





hasil kerja orang Indo memang top , out of the box
“Pekerjaan utama pembenahan run-off homologasi FIA…” emangnya standar FIA sama FIM bisa beda gitu ya wak? Gak bisa dicariin titik temunya gitu? Trus, kalaupun harus banget berubah, pembalap gak dapat notifikasi ya?
Pemotongan itu tentu sudah dikonsultasikan dan disetujui fim.
Ini sirkuit emang dr awal gak jelas,dr awalnya katanya street sirkuit lah abis itu ilang entah kemana,buat masuk FIM grade A berbelit2,abis itu ngide biar lolos FIA
Lha dari awal request ke propolis’?’ ini desain sirkuit minta yg kek gimana?
Karena investor pada mundur teratur mengakibatkan rencana awal belum bisa diwujudkan.
Kayaknya harus bangun satu lagi sirkuit yang proper, daerah pegunungan yang bisa di akses sama komunitas dengan touring..
Jawa adalah koentji. Ga bisa Jawa ya Bali.
Infrastruktur cek
Flight internasional cek
Akomodasi cek
Fasilitas kesehatan layak cek
Basis penonton cek
Kalo tidak ada event MotoGP, bisa disewakan kepada komunitas cek
Lombok, semua hal diatas tidak ada/sulit didapatkan
Bagian Utara Bali tampaknya cocok untuk pembangunan Sirkuit Internasional.
bangun di jawa lagi aja kalo bisa daerah jawa barat pangandaran itu cocok
dari awal ga paham kenapa alasan pemangkasan itu biar bisa buat balap Mobil sedangkan RedBull Ring atau Austin COTA yang aspal run off nya lebar aja ga ada masalah melaksanakan balapan mobil kaya Nascar bahkan F1
penasaran 2026
ini sirkuit buat balapan motor sebenarnya B aja, meskipun lebar racing line-nya terbatas dan tikungannya terlalu cepat, susah overtake = boring, apalagi buat mobil, gak berasa, gak special
Mending bikin sirkuit lagi dari swasta, di Jawa! Mandalika biar jadi destinasi iya iya iya aja.
Bikin sirkuit di daerah Serpong atau Subang, dijamin tercipta rekor dunia jumlah penonton
Bikin sircuit di daerah jogja!! Pasti penonton full. Wisata banyak & disana banyak pecinta otomotif.👍👍
Ternyata yg berbentuk sirkuit aja di papas….
Kukira hanya dlm bentuk mentahnya aja yg suka di papas….