MotoGP 2027: Wacana Satu Motor di Garasi Saat Latihan Jumat-Sabtu? Ini Detailnya!

TMCBlog.com –  Sob, kabar hangat datang dari meja regulasi MotoGP untuk era baru tahun 2027 nanti. Melansir informasi dari jurnalis senior Oriol Puigdemont via Motorsport.com, pabrikan yang tergabung dalam MSMA kabarnya sudah sepakat untuk melakukan perombakan regulasi yang cukup radikal, terutama mengenai jumlah motor di dalam paddock.

Yup, mulai tahun 2027, setiap pembalap direncanakan hanya boleh menggunakan satu motor saja selama sesi latihan di hari Jumat dan Sabtu! Wah, kok bisa? Dan bagaimana efeknya nanti? Mari kita bedah bersama secara singkat namun padat khas TMCBlog.

Fokus Pangkas Biaya, tapi Tetap Pertahankan Flag-to-Flag

Langkah ekstrem ini diambil MSMA demi satu tujuan utama: efisiensi dan pemangkasan biaya operasional (cost cutting) baik untuk pabrikan maupun tim. Namun tenang dulu, regulasi ini dikabarkan hanya berlaku untuk sesi latihan. Ketika sesi balap sesungguhnya dimulai—yakni Sprint Race hari Sabtu dan Main Race hari Ahad—para pembalap tetap akan mendapatkan akses ke dua motor.

Kenapa balapan tetap boleh pakai dua motor? Ini dilakukan agar MotoGP tetap bisa mempertahankan ciri khas balapan Flag-to-Flag saat cuaca berubah (wet-to-dry atau sebaliknya). Karakter motor prototipe MotoGP itu rumit banget bro, tidak seperti WorldSBK yang bisa ganti ban dengan cepat karena ada regulasi waktu intervensi minimum. Di MotoGP, ganti motor jauh lebih aman dan cepat saat Flag-to-Flag.

Selain itu, punya motor cadangan saat balapan juga krusial untuk menghindari kekosongan grid start jika terjadi insiden kecelakaan massal (red flag) seperti yang sempat terjadi di Grand Prix Catalan.

Motor Kedua, Tetap jadi Back-Up !!

Lantas, ke mana motor kedua saat hari Jumat dan Sabtu? Motor tersebut tidak dihancurkan, melainkan tetap ada di garasi tetapi dalam kondisi “disembunyikan” dan tidak bisa langsung dipakai. Motor kedua ini baru bisa dikeluarkan dan disiapkan jika sudah mendapatkan persetujuan resmi dari inspektur teknis IRTA.

Nah, proses birokrasi dan penyiapan ini dipastikan bakal memakan waktu yang tidak sebentar. Efeknya apa? Jika seorang pembalap mengalami crash parah hingga motor utamanya hancur di sesi Latihan Bebas pertama (FP1), kemungkinan besar dia tidak akan bisa melanjutkan sesi tersebut dan baru bisa turun lagi pada sesi berikutnya. Di sini mental dan kehati-hatian pembalap benar-benar diuji!

Pengurangan Waktu Trek dan Sistem Jam Malam

Selain pembatasan jumlah motor saat latihan, paket regulasi 2027 ini juga merencanakan beberapa poin penting lainnya:

  1. Pengurangan Durasi Sesi Latihan: Langkah ini demi menjaga agar komponen motor prototipe tidak cepat aus, mengingat setiap komponen dibatasi oleh kuota jarak tempuh (mileage).

  2. Sistem Jam Malam (Curfew): Mengadopsi gaya Formula 1, jam kerja mekanik dan personel tim di sirkuit akan dibatasi agar mereka tidak kerja lembur bagai kuda.

  3. Mekanik Khusus: Ada wacana regulasi di mana hanya teknisi dan mekanik yang terdaftar/ditunjuk secara khusus yang boleh menyentuh dan mengutak-atik motor.

Meskipun kesepakatan di MSMA sudah bulat, regulasi ini masih harus digodok secara formal dan menunggu ketukan palu final dari Komisi Grand Prix (MotoGP SEG, FIM, IRTA, dan MSMA) sebelum resmi diratifikasi.

Gimana menurut opinimu bro, apakah pembatasan satu motor saat latihan ini bakal bikin jalannya pekan balap MotoGP 2027 makin seru dan penuh drama, atau justru merugikan pembalap yang doyan crash mencari limit? Silakan tulis komentarmu di bawah!

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

10 COMMENTS

  1. Udah aja ganti balapan robot biar zero mistake, motornya 1 saja ga usah pakai cadangan sama sekali.

  2. kalau yang saya tangkap, mungkin selama motor tidak hancur atau rusak berat selama latihan tidak diizinkan pakai motor ke 2 untuk komparasi secara cepat.. tetap fokus di motor utama hingga akhir sesi latihan.. bebas utak atik satu motor saja di pit, dan motor kedua tidak bersandingan langsung atau standby bersamaan.

    gak lucu kalau ada kejadian highside atau motor hancur di 10 menit pertama, terus baru boleh ikut di sesi berikutnya…

    tinggal mengatur batasan mana boleh motor kedua turun..

  3. “Lantas, ke mana motor kedua saat hari Jumat dan Sabtu? Motor tersebut tidak dihancurkan, melainkan tetap ada di garasi tetapi dalam kondisi “disembunyikan””

    Wkwkw… “Dihancurkan”… Kenapa ada kata2 itu sih? Tujuan buat efisiensi biaya, malah pake narasi tidak di hancurkan… Yaiyalah.. iya kali di hancurin 😭

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP