TMCBLOG.com – Sampai 2021 pun Belum akan ada MotoGP Indonesia, begitu kata CEO Dorna Carmello Ezpeleta. ” Mereka harus membuat Sirkuit Dulu. Nggak perlu berbentuk sirkuit permanen, Namun Fasilitasnya bisa melingkupi semua perlengkapan untuk sebuah Grand Prix “. Yap ini adalah Penjelasan Terupdate yang hadir dari Dorna mengenai MotoGP Indonesia seperti yang bisa diperoleh Via Paddockgp.

Seperti kita ketahui sebelumnya, ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation/ PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia – Persero) telah Mengkonfirmasi secara resmi bahwa  Mr Carmello ezpeleta CEO Dorna sport SL bersama Dorna sporting Director Carlos Ezpeleta menyempatkan diri mengunjungi Lombok.

Kunjungan Khusus ini dilakukan selama satu hari khususnya ke Daerah mandalika di pesisir pantai selatan Pulau Lombok. Di perjalanan ini Dorna mengaku sekaligus melakukan pengamatan dan penjajakan lokasi seluas 1.175 ha Tersebut untuk di jadikan arena gelaran Balap Motor sekelas MotoGP ( dengan konsep Urban Circuit )

Setelah itu Via Akun instagram skyscapercity_lombok hadir beberapa Gambaran Master plan dari Calon sirkuit Mandalika di Lombok. Hadir pula beberapa informasi detail seperti panjang sirkuit 4,59 km dengan jumlah tikungan sebanyak 18. Pada dasarnya Sirkuit ini diharapkan bisa lolos standarisasi FIA ( Balap Mobil ) dan FIM ( balap motor ). Nama perusahaan desain dan arsitek nya pun sudah ada yakni Populous asal amerika.

Untuk Kontraktor, yang ditunjuk untuk mewujudkan rencana venue track MotoGP Indonesia dimana akan mengadopsi street Track tersebut adalah Vinci Construction. Sedangkan luas lahan yang disiapkan adalah sekitar 131 hektar persegi berlokasi di kawasan bisnis sebelah selatan pulau Lombok Yang bernama Daerah  ‘ mandalika ‘ . . Yap untuk sementara paling tidak belum sampai Musim 2021 sob.

Taufik of BuitenZorg

44 COMMENTS

    • kan ini yg akan ngelar investor om, bukan pemda atau pemerinthah,

      pemda plg invest tanah saja, pengelolaan asing.

      sdh jadi FS study kaya gini , sebenarnya sudah bisa berharap banyak.

      tinggal investornya ada ato tidak, pasti yg dijual bukan hanya gelaran moto gp aja.

      hotel, rekreasi itu pemasukan utama

      Guest
  1. namanya Mandalika ,kami membesarkan nya dgn sepenuh hati, seperti anak sendiri


    balik ke topik
    pesimis adalah sikap yg sangat dituntut dinegeri ini 😂😂😂😢😢😢

    Guest
  2. berarti yg ngelar nantinya itu investor, kalu main kontractornya asing mah llebih menjamin mutu pekerjaan dan kualitas.

    liat aja jalan tol, 6 bulan berlubang .

    Guest
  3. dgn FS study yg sdh jadi gini, bisa berharap banyak pada investor.

    pemasukan pasti utama dari pariwisata.

    pemda sediakan tanah, investor bangun hotel, Circuit

    RS patungan bisa.
    tinggal 1 step lagi sich

    Guest
  4. Yaiyalah… sirkuit ada dulu, fasilitas standart motogp. Baru deh bisa ngomong jadwal masuk kalender motogp. Sirkuit aja blum ada, boro2 nanyain kalender motogp di indonesia

    Guest
  5. Sampai 2024 pun saya YAKIN tidak bakal ada event motogp di indonesia, kecuali ada perubahan total dipemerintahan

    ARRC aja tahun ini dicoret, jadi indonesia hanya cocok untuk jualan motor/apapun karena masyarakatnya konsumtif

    Dengan rata-rata masyarakat berpenghasilan 50juta pertahun buat beli tiket seharga 500-1juta gak bakalan rela (mungkin hanya segelintir yang mau nonton langsung)

    Ingat itu baik-baik

    Guest
    • Pret. Penggemar KPOP yang mayoritas malah mahasiswa dan karyawan berpenghasilan 2jutaan malah pada mau tuh beli tiket 2juta dan tiket yang jumlahnya puluhan ribu ludes dalam beberapa jam. Indonesia bahkan penonton kedua terbanyak di Sepang. Yang bikin tiket Sepang selalu ludes ya orang Indonesia padahal tau sendiri biaya ke Malaysia aja udah 3jt buat pp sama nginep di hotel kelas cere.

      Guest
  6. …… masih bnyak oknum orang berkendara semaunya, pakai knalpot brong, motor bodong, ugal2an …… klo ada motogp, bisa makin ngelunjak orang2 ky begini …… saya picik? entahlah, maybe ……tp sy senang sekali baca berita ini

    Guest
  7. Sampai 2021? Itu artinya slot yang diberikan Dorna secara cuma-cuma ke Indonesia tanpa seleksi udah diambil negara lain (Thailand). Dorna bilang sampai 2021 karena nunggu kontrak beberapa sirkuit habis di tahun itu, jadi kemungkinan setelah 2021 pun kecil kalau mereka perpanjang kontrak atau ada negara/sirkuit yang lebih layak. Indonesia sampai hari ini baru sanggup bikin gambar sirkuit doang, sama nunjukin calon lokasinya. Ada aspalnya? Aspal Sentul aja gak dibenerin sampai sekarang. Apalagi liat tabiat politisi disini. Selama gak ada perubahan di mental dan pola pikir mereka, cuma ada satu kata, NGIMPI.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.