TMCBLOG.com – Ducati Kembali meletakkan Tekat Dasar mereka yang cukup tinggi di Musim MotoGP 2019 ini. Seperti yang telah dikatakan oleh Luigi Dall’Igna, Ducati Corse General Manager Tujuan Ducati di Musim 2019 adalah menboyong kembali Titel Juara dunia MotoGP Ke Borgo Panigale ( nama Daerah Markas Ducati di Italia ). Banyak sekali yang telah disiapkan Ducati Misalnya saja jargon kemenangan Mission WinNow 2019 yang juga dijadikan Nama Official team sekarang dan tentunya Motor Ducati Desmosedici GP19. Ducati GP19 yang diperkenalkan Oleh Ducati terlihat memang Jauh lebih ‘ Merah ‘ dibandingkan tahun sebelumnya. Namun Bagaimana Detail Fisiknya ? Secara umum tidak banyak berbeda dibandingkan Dengan Desmosedici GP yang terlihat saat race terakhir di Valencia dan tentunya dua kali test Pra Musim 2019 di Valencia dan Jerez

Terlihat dari foto foto kehadiran Aero wing belum Fixed menjadi satu dengan Fairing Motor. Bisa sobat lihat ada bolt bolt Kunci L diujung kedua aero Fairing atas yang mengindikasikan bahwa aero tersebut masih bisa ‘ dilepas ‘. Sedangkan regulasi 2019 menyebutkan bahwa aero Part harus menjadi satu dengan Fairing untuk kemudian tidak bisa dilepas pasang

Mein yang dipakai Oleh Ducati Desmosedici GP19 adalah mesin 1000 cc V4 dengan derajat kemiringan 90°. Ada Orang yang bilang ini sebagai L4. Valvetrain Doubel Cam DOHC dengan sistem penggerak Desmodromic yang dasar dasarnya telah kita sama sama pelajari sebelumnya. Sistem Desmodromic ini menangani 4 Klep per silinder. Power yang dihasilkan diklaim ducati di atas 250 hp dengan Bobot 157 kg dan Top Speed 350 km/jam.

Masih Ingat pembicaraan Soal Girbox aneh Ducari yang sampai bikin seorang Alvaro Bautista Missed gear dan akhirnnya Crash? yap Girbok Inhouse ducati yang dinamakan Ducati Seamless Transmission (DST_EVO) itu Juga dibenamkan di kedua GP19. Mesin ini semua dikendalikan secara elektronik Via Kombinasi Unified  ECU dan Unified Software dari Magneti Marelli. Mesin V4 ini juga dilekatkan pada sasis yang berplatform Aluminium alloy evo twin-spar.

Ducati GP19 yang dipakai baik Oleh Dovizioso dan Petrucci lumayan banyak menggunakan part Carbon. Mulai dari suspensi depan Ohlins dimana tabung Luarnya menggunakan serat Carbon. Lalu sobat bisa lihat Juga Bagian T atas Juga diberikan penguatan Carbon. Terlihat Juga Bagian Swing arm dan hampir seluruh eprnak pernik Aero fairing menggunakan Carbon.

Terlepas dari Motor di atas masih berbody 2018, namun terlihat juga untuk GP19 Salad Box Masih tetap dipertahankan Ducati dibagian Buritan. Pada dasarnya Ducati bertekat bahwa Mereka tidak Mau kecolongan di awal Musim. Ducati telah menganalisis bahwa titik kelemahan mereka yang bisa jadi Pembeda antara Juara dunia dan Bukan di dua tahun sebelumnya adalah pada race Race awal Musim. Losail memang biasa DUcati Jawara, namun Ducati Harus Jauh lebih konsisten lagi di beberapa race selanjutnya seperti Di Termas De rio Hondo, Austin serta Jerez . .

Taufik of BuitenZorg

  • Ducati Desmosedici GP – Technical SpecificationsEngine: Liquid-cooled, 90° V4, four-stroke, evo desmodromic DOHC, four valves per cylinder Capacity: 1,000cc
  • Maximum power: Over 250hp
  • Maximum speed: Over 350 km/h (218 mph)
  • Transmission: Ducati Seamless Transmission (DST_EVO). Chain final drive
  • Carburation: Indirect electronic injection, four throttle bodies with injectors above and below the butterfly valves. Throttles operated by the new EVO 2 TCF (Throttle Control & Feedback) system
  • Fuel: Shell Racing V-Power Lubricant: Shell Advance Ultra 4
  • Exhaust: Akrapovič
  • Final Drive: D.I.D Chain
  • Frame: Aluminium alloy evo twin-spar
  • Suspension: Öhlins inverted 48mm front fork and Öhlins rear shock absorber, adjustable for preload, new factory evolution damping system
  • Electronics: Magneti Marelli ECU programmed with Dorna Unified Software
  • Tyres: Michelin 17″ front and rear
  • Wheels: Marchesini
  • Brakes: Brembo, two 340mm carbon front discs with four-piston callipers. Single stainless steel rear disc with two-piston calliper
  • Dry weight: 157 kg (346.1 lbs.)

65 COMMENTS

  1. Yang kurang dari Ducati cuma 1, pembalap bagus. Malah tahun ini mereka naikin Petrucci yang belum pernah juara seri bahkan dikasih motor spek pabrikan aja cuma sekedar podium kesusahan. Kalau mau murah kenapa gak naikin Pirro jadi pembalap reguler aja?

    Guest
      • Yang bisa nambahi ya si Ducati sendiri mbro, bukan komentator blog. Namanya komentator blog, kerjaannya ya komentar. Itupun komentar di waktu senggang kesibukan doang alias gak penting2 amat. Masa cuma jadi komentator doang disuruh nambahi yang kurang di pabrikan raksasa. Kadang konyol sama bodo itu kalau dikombinasikan bisa bikin ngakak gak berenti2?

        Guest
    • Bajak rossi udah, bajak lorenzo juga udah, tinggal bajak marquez belom.. kalo masih belom juara dunia juga, berarti fix, ducati butuh stoner muda..

      Guest
      • Bajak Rossi emang zonk malah mengawali sejarah kelam mereka gak pernah juara seri (dan ini menimpa Yamaha 2018, untung ada Vinales selamatin muka Yamaha). Tapi bajak Lorenzo udah mulai ada titik cerah, eh petinggi2nya gak sabar dan malah sesumbar yang gak perlu, akhirnya pembalap yang bisa jegal Marquez di 2018 malah jadi ogah2an apalagi setelah dapet tempat di pabrikan lain. Mau ngandalin Dovi? Dikasih motor setara punya Stoner yang sama Stoner dianggap kambing alias gampang diajak belok dan kemana-mana nurut aja cuma sibuk balapan di papan tengah, apalagi bawa Ducati yang keunggulannya cuma akselerasi sama topspeed?

        Ingat Dovi baru jadi penantang juara dunia setelah Ducati dapet developer rider kelas wahid, nah sekarang developer ridernya di ganti mantan gitaris, kacaw dah

        Guest
    • Setuju saya sama cak @darso,ducatinya kebelet gt,gak nunggu performa lorenzo mateng,manager petrux pake banding2kan pula ama lorenzo eh di sindir balikkan ( lorenzo:kita sama tapi saya adalah juara 5 kali)??,bagusan bautista (penglaman dia suzuki mesin v dan honda gresini) 2018 maren cuma make spek gp17 dan dia konsisten 10 besar menurut saya banding petrux,kalo petrux? Dulu dari tim sampah crt,sampe2 frustasi itu doi ampe kepikiran mau pensiun,untungnya ada pramac racing nyelamatin,udah di kasih spek pabrikan ga signifikan amat performa petrux bagusan jack malah,yah nunggu sabar aja dlu ducati cari rider macam marquez or stoner muda,atau boyong marquez sekalian itupun kalo marquez sendiri yg mau..

      Guest
  2. Aero fairing nya udah jadi satu gak bisa lepas pasang, baut itu untuk melepas top fairing dari side fairing bukan untuk melepas aero fairing

    Sepertinya TMC kelewatan

    Guest
    • maaf anda sotoy,trus yg bawah Aero kumis bolt nya buat apa?
      Aero yg bawah juga masih di bolt gitu kok,udah jelas kan itu unit 2018 yg cuma ganti livery,kebiasaan Ducati itu unit gp19 baru keliatan di Qatar nanti

      Guest
    • Gak gitu2 juga sih, tapi jujur saja kalau saya juga lebih suka yg dulu, merah/putih/abu2 yg bisa jadi seikonik milik oren/putih/merah nya repsol honda

      Guest
  3. merahnya keren oi, garang bgt

    tapi entah kenapa, sekilas ngeliat desain moncong depannya, jadi inget kutu caplak yg udah dewasa ^^

    salad box koq makin gede, jadi makin kepo dgn isinya

    Guest
  4. over 250 hp ciri khas pabrikan ? knp gak dicantumkan aja realnya kan toh orang2 udah tau. lngsng aja “270 hp” beress

    Guest
    • takutnya ada pengembangan lagi naik 271 ntar disangka pembohongan publik 😀
      mending bener gini > 250 hp . . tho semua terbatasi oleh piston speed

      Administrator
    • wkwkk soalnya dari dulu era 1000cc 2012 sampe 2019 masa masih “over 250 hp terus” kan gak lucu juga masbro ? pdhl KTM udh gembor2 ke media power 270 hp wkt rilis RC16

      Guest
    • bukan piston speed aja pak, tapi reciprocating mass juga. makannya ada klep titanium, forged piston, forged crankshaft, forged conrod, dll agar reciprocating mass juga berkurang, yang menyebabkan rugi2 power berkurang sehingga rpm meningkat

      Guest
  5. Mission winnow itu tagline Marlboro.. Karena regulasi larangan produsen rokok untuk beriklan langsung di event sports.. maka caranya seperti itu

    Tagline yg sama jg diterapkan di tim ferrari F1 per akhir 2018 lalu, marlboro jg sponsor tim tsb

    Guest
  6. pada merhatiin ga kalo sasis twinspar ducati itu bolong…
    di foto yang dibawah tulisan wak haji “top speed 350 km/jam”

    Guest
    • twinspar emang kopong kali. lu kira sasis2 moge tuh aluminium pejal semua? pasti kemakan omongan sales ngondah yg bilang deltakopong, deltaseng dan sebagainya ya?

      Guest
    • yg pakai sasis aluminium pejal tuh paling motocross dan sejenisnya. twinspar untuk jalan raya pasti kopong untuk mengurangi bobot

      Guest
  7. yang jelas, untuk musim 2018 kemarin mesin Ducati adalah salah satu mesin yg boros pemakaian, ganti buka segel lagi, dan mesin Honda adalah mesin yg paling awet (jika melihat sisa alokasinya yg masih belum kebuka segel) sedangkan yamaha adalah mesin yang paling awet untuk mesin bekasnya (semua mesin yg disegel udah dibuka tapi mesin bekasnya paling sedikit yg dibuang dari alokasi). tidak dapat dipungkiri, pabrikan honda merupakan pakarnya dalam membuat mesin konvigurasi V, sejak tahun 80-90an udah terkenal dengan mesin oval piston RVF 750 32 klep nya, dan dominasi Doohan dg engine V4 NSR 500 nya. tapi kalo disini mah yang penting MS nomer satu kendati jualan produk gitu2 aja.

    Guest
  8. Ducati mah ketolong ECU dan IMU MagMar Wak..
    Krna sama2 Made in italy…
    Sama aja Ducati jual gunain ECU dan IMU inhouse…hhhhh

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.