TMCBLOG.com – Pecco Bagnaia start dari posisi terdepan di 27 lap sesi Race setelah meraih Pole Position MotoGP Misano 2021 sekaligus memecahkan rekor Laptime sirkuit kemarin. Di row pertama Pecco diikuti Miller dan Quartararo yang menjadi pembaap tercepat sesi Warm-up di pagi hari. Pemilihan ban cukup beragam dimana Kombinasinya berupa Ban depan Umumnya Medium atau Hard sementara Ban Belakang antara soft atau Medium. Treknya sendiri agak berawan dan Tim Juga mempersiapkan satu Motor dengan setup WET untuk mengantisipasi kemungkinan Flag To Flag. Berikut adalah Highlite lap per lap dari jalannya race sob . . Race dimulai dengan cepat oleh Bagnaia yang langsung memimpin 0,6 detik di depan Miller di tikungan kedua.

 

  • Lap 2 Pecco Memimpin 1 detik di depan Miller
  • Lap 3 Jorge Martin Saling Overtake dengan Quartararo sementara Pecco Memimpin 1.3 detik di depan Miller.
  • Lap 4 Pecco Mmeimpin 1,4 detik di depan Miller Quartararo di P3 sementara sementara Marc Marquez di belakang Aleix pada posisi 5.
  • Lap 5 Miller 1,2 detik di belakang Pecco. Sementara itu hanya Top 3 terdepan yang masih menorehkan Laptime 1:32-an
  • Lap 7 Bastianini Overtake Marc Marquez dan Naik ke posisi Empat

  • Lap 8 Bagnaia masih 1,2 detik di depan Miller
  • Lap 9 Miller Wide dan membuat Jarak dengan Pecco menjadi 2 detik.
  • Lap 10 2,9 detik jarak antara Bagnaia dan Miller. Sementara Quartararo setengah detik di belakang Miller.
  • Lap 12 Jorge Martin Masuk Pit. Bagnaia Mmeimpin 2,8 detik di depan Miller
  • Lap 14 Memasuki Paruh kedua Race. Pecco memimpin 2,5 detik dari Miller, Quartararo Naik ke posisi dua
  • Lap 15 Pecco memimpin 2,7 detik di depan Quartararo. Marc Marquez turun ke P6 setelah diewati Rins

  • Lap 16 Pecco Masih memimpin
  • Lap 17 Bastianini mencoba mendekat ke posisi Podium dimana Milelr ada di depannya.
  • Lap 18 Rins Crash, Bastianini berjarak hanya 0,8 detik dari Miller
  • Lap 19 Bastianini hanya 0,4 detik di belakang Miller. Di sektor terakhir Bastianini Overtake Miller
  • Lap 20 Quartararo 1,6 detik di belakang Bagnaia
  • Lap 21 Bagnaia memimpin 1,3 detik di depan Quartararo. Bastianini 3 detik di belakang fabio.

  • Lap 22 Bagnaia Memimpin 1,4 detik di depan Fabio
  • Lap 23 Bagnaia 1,2 detik memimpin di depan Quartararo
  • Lap 24 Quartararo hanya 1,1 detik dibelakang Pecco dan terus mendekat sampai 0,6 detik di Sektor kedua
  • Lap 25 Bagnaia Memimpin hanya 0,6 detik dari Quartararo
  • Lap 26 Bagnaia memimpin 0,4 detik di depan Quartararo
  • Lap 27 atau lap terakhir Bagnaia hanya 0,26 detik di depan Quartararo

Dan akhirnnya Pecco Bagnaia Menjuarai Race MotoGP Misano 2021 diikuti Quartararo dan Bastianini. Podium Pertama Bastianini di karir MotoGP Rookie 2021 ini.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

160 COMMENTS

  1. Ducati Corse mempertahankan JM43 menurutku adalah keputusan kurang tepat, konsistensinya gak karuan
    Harusnya naikin Martin ke Factory, terus Bastian ini gantiin Martin

    Guest
        • Sori to Si Akang, silakan tanya yg punya Warung, ane SR and follow TMC sejak 2008, komen ane paling 1-2/tahun.. terkhir udah bberapa thun muncul dengan nick & email yang sama,, jgn terlalu GR.. nick ini juga emang di real life & socmed lain dipake..

          Guest
        • Akang
          u2n5**@***il.com

          In reply to Ab_47.
          Kliatannya ada Mas, soale adik q yg sekolah, blm lama ini crta dpt edukasi dari Yamaha tentang FI.
          Mungkin Mas Taufik bisa coba sklian tanya punggawa nya, muehehe..

          Unapprove
          | Reply
          | Quick Edit
          | Edit
          | Spam
          | Trash
          | CloudFlare IP score
          Show more details
          Mudahnya Mengerti FI ala Yamaha . . . Soal Sensor
          View Post
          98 comments

          2014/02/21 at 8:24 am

          Editor
      • fq ngapain juga ambil resiko
        jurdun depan mata ga usah pecicilan bin ngotot
        kl lewatin miller wajar lah lebih gampang
        kl lewatin pecco ya nnt dulu.. wong mm aja ga bisa

        Guest
    • ya beda lah
      di aragon marquez nempel sama peco dari lap awal
      sedangkan fabio harus lewatin martin,miller dan dengan pace yang mirip dengan peco pelan tapi pasti dari 3 detik hingga 0.3 saat last lap

      Guest
      • Weits.. harusnya bisa nempel… Kalo FQ20 pake ban soft di belakang..
        Strateginya sih kayaknya emg mau batle di akhir balapan..
        Tapi kalkulator poin lebih dominan

        Guest
  2. Great job defensifnya pecco

    Last lap jantung udah mau dag dig dug,eh gak jadi karena Fabio ga terlalu mau ambil resiko jg

    Guest
  3. riding style nya Pecco yg lembut sedikit banyak menyelamatkan ban belakang soft nya,
    Fabio, bener2 pawang hujannya kuat ๐Ÿ˜‚
    kehilangan banyak waktu di awal2 race membuat Fabio ga bisa battle dgn Pecco,,

    Guest
  4. Bagiono terlalu perkasa tapi taro udah menujukan levelnya bisa mangkas waktu sampe 0.1 detik
    Sampe takut taro ndolorrr ๐Ÿ˜‚

    Guest
  5. Jadilah Komentator yang adil, berilah pujian kepada rider siapapun selain yang diidolakan, jika memang pantas untuk diberikan pujian.. belajar dari wakhaji bikin artikel sanjungan karena memang pantas untuk di sanjung, contoh dulu marquez, saat sekarang Taro

    Guest
    • Entah knp miller fisiknya mnurut saya trlalu kaku ibarat ga cocok jd penari
      Si pecco ini ganteng imut2 tenang luwes badannya pandai nari feat desmo
      Apa minum alkohol pengaruh banget ya sm performa atlit motogp khususnya miller ini?

      Guest
  6. Pecco perfect defens, taro nice try, enea bastianini Gg parah, marc and mir amazing. Sayang duel marc, mir sm miller gak ke shoot, gile sih marc blm sehat2 amat lengan kanannya duel sm mir sm miller di last lap smpe akhir dan bisa win๐Ÿ‘

    Guest
    • Nonton reply marc udah kesalip mir sayangnya mir saat menyalip miller keduanya melebar sehingga Marc masuk dan karena tinggal beberapa tikungan terakhir Marc berhasil curi garis finish

      Guest
    • wah iya ini pdhl marc td dibelakang mir n miller tiba2 ke shoot pas mau finish marc didepan mereka wkwk andai ke shoot pas last lap, krn last lap taro uda main aman gk terlalu push nyerang sampe akhir drpd crash

      Guest
  7. Marini pay rider menang nama doang,kalo tahun depan Bastian CJR gak dapat spek terbaru dr Ducati dan malah marini yg dapat sih keterlaluan

    Guest
  8. Defensif yg bagus dr Peco
    Usaha yg lumayan dr Fabio
    Enea mantep, bs podium pake motor “tua” 2 tahun, ngepretin Miller

    btw…waoo, Marc bs finish pos 4 dimari dgn kondisinya sekarang, bahkan setelah race; saat di pit; dia kembali minum obat.
    Ekspektasi gue dia dpt pos 7 ato 8 bila tidak crash. Emang sih dia memanfaatkan chaos duel antar Mir-Miller, serta Error oleh Martin dan Rins, tapi tetep aja hasil ini cukup memuaskan. Yah Setidaknya hasil ini buat “ngebales” komentar si Mir terhadap Marc (masalah towing) kemarin.

    Guest
  9. Sayang skali J.Martin malah jatuh, kena longlap penalty 2x pula.
    Jarkoni paruh musim kedua menurun performanya.
    Bastonini keren juga ya, apa krn ini race di negaranya…
    Rinso sperti biasa, kencang n ndlosor.
    Hadno harus bnyak berbenah, g bsa ngandalin markes seorang diri.
    Yg katanya motor nyuuaman jaminan podium ternyata cuma taro…
    Juara lah taro musim ini, he deserve it..

    Guest
    • MM93 ngak memperebutkan juara dunia. Sedang Fabio yg memeperebutkan juara dunia walau ketinggalan jauh bisa mendekat terlihat fabio sempet goyang depan saat sudah mendekat pecco di lap 2 terakhir. Jelas Fabio memikirkan Jurdun saat tahu akan sulit melewati Pecco dilap terakhir. Sedang mesin inline susah menyalip ducati di straight beda dengan honda yang juga mesin V

      Guest
      • Saya setuju neh… Fabio cukup pos 3 sampai akhir musim..meski bagniaya pos 1 terus. Poin dah aman. Nah…dalam race bisa sj ad dlosor atau didlosorin pembalap lain ,itu beda urusan lagi. Mir saja bisa jurdun modal konsisten.

        Guest
  10. faktanya, big 5 finisher 4 diantaranya bermesin V4 di sirkuit yang menurutku flowing ini, bahkan mir pun sering nglewati track limit

    Guest
    • Ude kayak dovi. Setiap kali menang duel ama marq dulu selalu pake soft padal marq pun pake medim. Cek aja austria pas dulu marq duel

      Guest
    • well dibanding fabio yang lap awal harus fight dulu dan harus ngejar peco pasti ban sudah overheat
      peco walaupun di depan dia ngepush juga walaupun masih di batas limit pace dia yang konsisten walaupun 0.1 lebih lambat perlap

      Guest
  11. Ducati sudah menjadi motor yang user friendly…
    Yamaha menjelma menjadi motor khususon…
    Honda jadi motor papan tengah…

    Guest
  12. Wak , pas replay start keliatan bagnaia kayak jump start koq gak di investigasi ya? Menurut gua itu dah jelas jumpstart, yg crutcrot gerak dikit aja dipenalti, ahh ini kan kandang itali

    Guest
  13. Setau gw nick FBS sejati emang cuma segiji, ga kaya nick Minyak Beku yg gonta ganti. Skrg Suneo, ntar make apa lagi yak wkwkwk

    Guest
  14. Momen pengejaran peco sebenarnya sudah hilang saat fabio dan jack melebar beriringan yg bikin gap nambah 1 detik tapi fabio berusaha mengejar

    Joana mir? Nasip mu kini, akibat terlalu banyak bicara hal persaingan juara hingga psywar ke rider lain

    Guest
  15. Sepertinya Marquez akan mengikuti jejak si Mbah, akan sulit untuk merebut kembali tahta juara dunia dimasa yang akan datang dengan persaingan yang makin ketat.
    VR Crash tahun 2010 dan mengakibatkan patah kaki, semenjak patah kaki VR tidak pernah mencicipi juara dunia lagi, walau dia kompetitip dibeberapa sirkuit ditahun-tahun berikutnya.
    sekarang Marquez yang mengalami patah tangan, sepertinya dia juga akan sulit untuk kembali keperporma terbaiknya, kalau untuk jadi runner up mungkin dia masih bisa.
    tahun depan motogp bisa dibilang makin ketat, banyak rider muda yang jadi penantang Marquez, ada Mir, Quartararo, Peco, Martin dan Bastianini.

    Guest
    • Asal dia masih di hrc mungkin marc bisa kembali ke pucuk ,, tinggal buat aja motor marc centris lagi menyesuaikan kondisi dia sekarang.

      Guest
    • beri kesempatan marquez ngedevelop motor, 2020 pke racikan 2019 marauez masih lumayan afik takagami crutchlow bisa ngasih perkawsnsn, 2020 marc cidera ancur development nya. disaat desmo beloknya sudah ga goyang dombret, yamaha skandal sebelumnya teratasi rcv stuck.. kita liat 2022

      Guest
  16. Menurut saya kalau membandingkan motor dengan motor berdasarkan hasil race jadi agak rancu ya, soalnya saat race jelas ada beberapa faktor, 1. Karakter motor sendiri; 2. Kesesuaian karakter motor dengan morfologi sirkuit; 3. Rider.

    Kalau hasil race jelas itu hasil kombinasi dari 3 faktor tersebut.

    Guest
  17. Lah gua fans MM, bacot gua kenceng apa dah?

    Marquez sejak 2015 di hated mayoritas penggemar Rossi GP.. tapi jurdun berkali2.. mental apa lagi yang kau ragukan kisanak?

    Guest
  18. Aku sih sederhana saja jagoanku menang tinggal bilang Kangerian sudah datang king kombak kambek,
    Kalau kalah belum fit.
    Dah๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    Guest
  19. Bagiono jumstart tadi tuh…matanya pada kemana tuh ya?!๐Ÿ˜‚

    Yamaha di curangi masih legowo, klo Ducati Suzuki pasti langsung protes ke race direction!

    Guest
  20. tadi padahal Rins udah bagus, diem2 merangsek ke depan, elahh malah nyari akik.. Alex “crash” Rins..
    btw selamat buat Bagiono, makin matang dia, sayang bangkitnya pas mau seri2 akhir dan Cikitaro udah punya defisit poin yg banyak..

    Guest
  21. Apa yang saya komenin kemaren jadi kenyataan.
    Roji dan dopi rebutan posisi belakang ya namanya juga aki-aki waktunya pansiun 10thn yg lalu tapi masih pengen bisa nyemplak motor prototype ya akhirnya cuman jadi penggembira

    Guest
  22. Fbg vs FQ
    pod 3, bastian +4 detik
    pod 4 MM 93 + 10 detik
    MM93 lagi nunjukin ke HRC betapa menyebalkannya finish ga masuk podium dan gap sejauh 10 detik.
    tunggu 2022.
    btw Elektronik dan ECU tetep bakal pake Magneti mareli nih, ga dibalikin ke inhouse aja nih?

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.