TMCBLOG.com – Sebenarnya Ducati memiliki performa yang bagus semenjak awal Musim MotoGP 2021 sampai seri terakhir di Misano. Namun terkesan Parsial dimana Johann Zarco Kuat Di awal Musim, Jack Miller sempat beberapa Kali Juara di pertengahan Musim sementara Pecco Bagnaia sendiri seperti baru memperoleh Momentum Juara akhir akhir ini. Jikalau butuh data lain untuk memperkuat premis bahwa Ducati memang Kuat di 2021 adalah ada sekitar 5 pembalap berbeda dari Total 6 pembalap Ducati yang Tahun ini Bisa menapakkan diri di Podium sampai seri Misano yang lalu ..  Sebut Saja Zarco, Martin, Miller, Pecco dan Bastianini. . .

Silahkan bandingkan dengan Honda Yang terlihat Cuma Marc Marquez doang yang kuat atau terlepas dari Force majeure seperti cidera dan lain lain Yamaha yang juga sepertinya sudah semakin terpusat pada Sosok Fabio Quartararo semeentara semua pembalap lain terlihat tak berdaya akhir akhir ini. Ini membuat Ducati pada jelang 4 seri terakhir Musim 2021 menemui tantangan Yang berat jika ingin merebut gelar Juara Dunia MotoGP untuk salah satu pembalapnya. Potensi kesulitan ini pun diamini Oleh Ducati Corse Sporting Director paolo Ciabatti

“Kami berada di tempat kami berada. Kami mencoba untuk berada di depan untuk memenangkan balapan. Hanya itu yang bisa kami lakukan. Kita lihat saja apa yang terjadi. Fabio memimpin 48 Point dengan nyaman jelang empat balapan yang luar biasa. Tapi apapun bisa terjadi di balapan. Kita harus terus berusaha. Kami telah membuktikan bahwa kami sekarang dapat bersaing di trek apa pun.”

“Kami sekarang menyongsong Grand Prix di Austin. Biasanya Circuit of the Americas adalah kerajaan Marc Marquez. Dia selalu menang di sana sejak 2013 – kecuali 2019. Namun Aragón adalah rute kandang Marc juga, dan kami mengalahkannya di sana dua minggu lalu. Kami memiliki konsep yang jelas, kami ingin menang dan menempatkan Fabio di bawah tekanan. Meski demikian, jelas: memenangkan gelar akan sulit, tetapi bukan tidak mungkin.”

Ducati terbaik adalah Pecco Bagnaia Saat ini. Dan paolo Ciabatti Pun menjelaskan sedikit evaluasinya terhdap pecco dan memaparkan kepada speedweek apa yang menjadi masalah Buat pembalap Italia ini sehingga membuatnya banyak kehilangan Point di Paruh pertama Musim MotoGP 2021.

“Pecco melakukan kesalahan pengereman pada balapan kedua di Doha, kalau tidak dia bisa saja bertarung untuk podium di sana,” kata Ciabatti. “Dia memperoleh posisi pole yang fantastis di Portimo, tetapi Laptimenya dibatalkan karena hadir bendera kuning yang terlihat. Namun demikian, Pecco berada di urutan kedua. Jika dia bisa memulai dari posisi terdepan, balapan mungkin akan menjadi cerita yang berbeda.

Lalu datanglah Mugello. Pecco memimpin di sana, tetapi dia terkejut setelah insiden tragis dengan Jason Dupasquier dan kehilangan kendali atas GP21-nya. Di sana juga, podium hilang – seperti di Spielberg-2 dan Silverstone. Jadi kita [sebenarnya] bisa lebih dekat ke Fabio. Tapi saya tidak menyembunyikan bahwa Fabio sangat kuat sepanjang musim. Dia pantas memimpin Piala Dunia saat ini. Saya tidak ingat bahwa dia tidak kompetitif di trek mana pun. Jika hujan dan kemudian mengering, itu bukan medan pilihannya. Tapi dia masih menjalani musim yang fantastis sejauh ini.”

Jika pecco terus tampil Kuat di empat Seri tersisa, Dengan perbedaan 48 point dan Musim masih menyisakan maksimum 100 Point sampai Seri Valencia nanti, perebutan gelar Bisa jadi baru akan ditentukan di seri Finale Musim 2021.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

50 COMMENTS

    • Kuat satu pembalap seperti honda yang kemudian di ikuti yamaha untuk gelar juara dunia, dari pada banyak pembalap hanya rebutan runner up.

      Guest
      • motor bagus harus disertai juga oleh pembalap yang bagus dan konsisten. kalaupun ada 10 ducati di trek tapi giliran dalam menapaki podium ya sama saja gelar juara dunia untuk pembalapnya masih susah diraih.

        sepertinya peluang besar ducati tahun ini adalah juara dunia konstruktor dan juara dunia tim (dengan ducatio lenovo). semoga ada keajaiban agar ducati bisa merengkuh triple crown tahun ini.

        Guest
    • Ini cukup untuk membuktikan bahwa saat ini Ducati belum mempunyai pembalap yang bisa membuat perbedaan.
      Atau Ducati berharap para pembalapnya saat ini (para rookie/ new comer) sedang dalam proses menjadi seorang pembalap yg bisa menjadi pembeda.

      Ambisi Ducati untuk menjadi juara dunia bagi pembalapnya sebelum tahun 2020 selalu terganjal oleh Marc Marquez, sekarang setelah Marc Marquez cedera dan sempat absen panjang malah tidak ada yg konsisten di antara para pembalapnya.
      Yg juara dunia malah pembalap dan pabrikan yg konsisten di posisi medium….

      Guest
  1. Hasil musim ini menunjukkan bahwa motor Ducati justru yg paling nyaman untuk hampir semua pembalapnya. Nyaman untuk dibawa kencang. Bahkan 2 rookie bisa mencapai podium dan menang. Sayangnya pada belum konsisten.

    Guest
  2. Inilah komen mukegile yg dimaksud Nugie sok bijak tapi ada tendensi tertentu wahai pemirsa tmcblog. Jadi paham kan kenapa mukegile ga pernah dianggap disini? Wkwkwk

    Pokoknya sebisa mungkin rendahin Yamaha dan Ducati, sambil cari celah buat nyembah Honda. Tapi ketika itu semua tidak memungkinkan, ya ngetek ke salah satunya ????

    Guest
    • Sama aja sih si akang gak merasa kah kalo komenya kadang tendesius terutama kepabrikan dan rider itu sambil cari celah memuji rider tertentu!

      Guest
      • Tendensius gimana? Coba buka kamus apa arti tendensius dulu sebelum ikut2an ngetik tendensius. Kan gw malah terang2an tuh ga ada bau2 tendensius, gw jg bawa fakta kenapa gw bilang si A itu X, si B itu Y, ya gw cuma bilang apa adanya ga pura2 muji utk menjatuhkan????

        Jangan lupa sama PRnya ya, cari arti tendensius. Bukan tarsius ato trapesius???

        Guest
    • Lebih suka Taro yang jurdun…
      Karena dia sekarang lebih konsisten…
      Dan dia harus konsisten disisa musim ini…
      Minimal P2…
      Biarkan Du cati jadi motor nyaman tpi jangan jurdun…

      Guest
  3. Maroni belum merasakan podium.
    Semakin memperkuat premis yang mengatakan balap motor modern saat ini kurang ramah terhadap pebalap jangkung.
    Selain maroni juga ada : Baz. Petruk. Mbah kakung (ini faktor U juga)

    Cuma ketoprak yang bisa mematahkan premis itu.

    Guest
    • Saya kan bilang balap motor modern om, bukan balap motor motogp / wsbk heheheh.
      Dan premis itu juga yang bilang bukan saya, tapi pengamat balapan. Pun Mike Leitner juga pernah mengatakan hal yang sama.
      Di WSBK yang setuju dengan premis itu si Guim Roda.

      Redding? Situ kan bisa liat posisinya dia dimana.

      Guest
      • Nah maksud saya kaya sih richard ini loh. Gak bisa apple to apple antara motogp sama wsbk.
        Kaya redding kesulitan di motogp karena postur tubuh, sedangkan naik motor produksi massal dia bisa juara di BSB atau WSBK terus juga loris baz
        Diatas disebutkan kaya petruk, marino, mbah, sama baz yg kesulitan di motogp karena postur tubuh. Dibandingin sama toprak yg naiknya motor produksi massal ??

        Guest
    • @kipas.
      Tidak ada kalimat saya membandingkan. Saya kan bilangnya balapan motor modern.
      Karena kebetulan di motogp dan wsbk sama-sama muncul premis tersebut.

      Guest
  4. Ducati harus berterimakasih sama Hohe Lorenzo,, kemajuan mereka saat ini ga lepas dari peran Lord Hohe, Pecco dan Martin udah mengakui sendiri referensi mereka adalah data2 Lord Hohe, bisa dibilang masa depan Ducati akan cerah sih,,

    Guest
  5. Sorry to say but gw yakin tahun ini tahunnya FQ. Dia cukup finish 5 besar aja di sisa 4 race terakhir maka gelar jurdun sdh pasti ditangan.
    Justru beban berat ada di pecco krn dituntut harus juara 1 trs.

    Guest
    • Kalo peco menang terus
      N fabio posisi 4 terus
      poinnya bukannya sama yah?
      Tinggal itung2an juara seri n podium

      Lebih aman selalu finish podium buat fabio

      Guest
  6. masa depan ducati sepertinya akan cerah, ada pecco, martin and enea bastianini
    coba lihat rival utama honda and yamaha, hanya punya 1 sembalap unggulan (saat ini)
    suzuki punya mir, tp mongtor nya kurang mendukung

    Guest
    • Eheheh tapi yang disebut sembalap unggulan saat ini yang cuma 1, Udah bawa jurdun tuh

      dan fabio juga udah hampir fix tho melengkapi kalimat pertama barusan hehehe

      Guest
    • teorinya jika punya lebih dari 1 pilihan, itu lebih baik
      tinggal seleksi alam mana yg akan jadi bener2 unggulan
      apalagi ducati punya banyak duit untuk support smua nya

      lihatlah ketika dulu yamaha punya rossi and lorenzo, 2 pembalap terbaik di motor terbaik saat itu

      Guest
  7. Ducacita kalo masih berprinsip “yang penting motorku paling kencang, paling kompetitip” ya sulit! Mreka juara dunia pun tidak dengan prinsip mereka kala itu! Dan ketika Marc pun sedang “istirahat” mereka tidak bisa mencapai juara dunia dengan prinsipnya! Salam kunyit jahe….

    Guest
  8. Malah saya dejavu liat duc sekarang ini, ke inget hodna di tahun 2004-2006 tim satelitnya ngk kalah garang ama tim pabrikan tapi ya itu nilai minusnya susah buat juara dunia ridernya???

    Guest
  9. Harusnya mereka lihat masa lalu hodna tahun 2004-2006 dimana semua ridernya baik pabrikan maupun tim satelit pada silih berganti podium bahkan tahun 2005 televonica movistar hodna permalukan tim pabrikan RHT ridernya melandri jadi runner-up, ya jadi susah lah ngejar juara dunia buat 1 orang di tim inti… ????

    Guest
  10. Stoner udah ga bisa apa apa karena penyakitnya. Atas rekomendasi medis makanya pensiun, jangan memaksakan diri karena banyak talenta muda yang siap bersaing.

    Guest
  11. problem ducati adalah mereka ga punya pembalap super sejak ditinggal stoner
    honda motor sulit, tp ketutup sama skill MM93 (dulu, ga tau sekarang)
    yamaha bagus, tp sejak di tinggal JL seperti tersesat
    saya ga tau FQ pembalap super apa kaga, tp doi nge-click bgt sama yamaha M1

    Mir jurdun kyknya lebih ke faktor situasi yg menguntungkan disaat para raja sedang problem, MM93 dengan cedera nya, Yamaha salah spare part

    Guest
  12. Komennya petinggi ducati ini banyak berandai2 ya,, andai pecco awal musim ini lah itu lah,,
    Sama aja donk, fabio juga bisa berandai2,,,klw di jerez ga kena arm pump, klw di catalunya ga kebuka wearpecknya,,,pasti gap nya lebih jauh…hahaha,,,
    Berharap thn ini fabio dlu lah juara,,sangat layak,
    Klw tahun depan baru boleh diadu kembali,,tunjukkan dong ducati bisa juara

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.