TMCBLOG.com – MotoGP Brno menandai beberapa catatan bersejarah yang menarik berkaitan dengan Ducati. Ini adalah kali pertama setelah beberapa kali seri akhirnnya di Podium hanya ada satu pebalap Ducati . . Biasannya, Minimal ada dua pebalap Ducati. Itu belum seberapa sob, ada beberapa Kejadian dan kasus kasus fatal yang menurut tmcblog cukup aneh dilakukan Ducati dan Hampir tidak pernah terjadi sebelumnya . .
Yang pertama adalah kesalahan Ducati yang tidak mau mendengarkan Kata Pecco Bagnaia di Sesi Practice Sabtu untuk memasang ban Medium slick. Kesalahan ini harus dibayar dimana Bagnaia sampai tidak bisa tembus Top-10 kala itu dan harus di’cuci’ dulu di Q1. Walaupun akhirnnya Pecco bisa torehkan Pole dengan Laptime record baru, Ini jelas sebuah kelemahan strategi yang tidak seharusnya dilakukan Ducati.
Yang kedua jelas adalah penentuan tekanan ban depan awal Buat Marc Marquez dan Pecco Bagnaia yang sepertinya ternyata terlalu rendah. Ducati berfikir bahwa dengan Karakter asphal yang sangat Nge-grip, Maka friksi/ gesekan antara aspal dan Karet ban akan membuat temperatur di dalam ban naik dan ujung ujungnya Tekanan ikut naik . . Namun ternyata yang terjadi jauh api dari panggang.
Kenaikan tekanan ban yang diharapkan tak kunjung hadir dan menyebabkan sistem perhitungan di dashboard Ducati G25 Marc dan pecco pun mengeluarkan warning di lap ke 6 yang mengartikan bahwa keduanya telah mendekati Limit jumlah Lap maksimum ( 7 Lap ) dengan tekenan ban di bawah 1,8 bar. Pecco dan Marc pun mau nggak mau harus mundur dan memposisikan diri di belakang pebalap lain untuk menaikan tekanan ban depan mereka.
Kesalahan Perhitungan yang terjadi ini kurang lebih juga disebabkan sedikitnya data yang dimiliki Oleh Ducati mengenai Desmosedici dan Aspal sirkuit brno . . terlebih lagi, Laptime normal mereka di hari jumat Juga bisa dibilang kurang karena Hujan Yang mengguyur Brno dan membuat Lintasan tidak ideal untuk melakukan riset persiapan penentuan ban Slick dan temperatur yang mau diaplikasikan ke ban tersebut.
Dan kasus terakhir yang diwarnai oleh Sedikitnya data Ducati adalaah ketika Fabio Di Giannantonio tampil kurang meyakinkan akhir pekan ini; orang-orang mendapat kesan bahwa Fermin Aldeguer lebih kesulitan daripada di GP lainnya. Saking Bingungnya, Tim Fabio Diggia sampai mengaplikasikan Setup baru di Sirkuit dengan Karakter baru ini . . dan hasilnya bisa dibilang Zonk !Â
Seandainya Marc Márquez tidak ada di sana, Ducati akan mengalami kekalahan bersejarah. Apakah ini harga yang harus dibayar Ducati karena tidak memiliki data sebanyak yang telah dikumpulkannya di sirkuit lain dalam beberapa tahun terakhir akibat banyaknya motor di grid start?



Apa data Marc bisa dipakai pebalap lain
Bisa.
Bisa pakai data MM (copy data setup), tapi belum tentu bisa dipraktekan oleh pebalap lain
tetep ada bisa dikit, minimal pilihan ban.
atau strategi “mind game” di sirkuit
dah banyak yg nyoba, dan gagal
Dulu taka waktu pakai data marc bisa lebih baik lap timenya
Ketika data gak ada mereka kebingungan
Marc Marquez menyelesaikan dengan gaya
Terlepas dari performa Maquez, Belum bisa disimpulkan ducati dalam krisis, sirkuit brno dengan grip tinggi sepertinya cocok dengan karakter motor KTM atau Aprillia, seperti di Jerez dan Sachsenring ketika ducati gagal menang banyak yang berasumsi Ducati dalam krisis tapi 4 sirkuit setelah itu ducati kembali mendominasi, melihat kecepatan pecco di sepertiga akhir balapan di Brno kemarin sepertinya hanya keberuntungan kurang berpihak pada para pembalap Ducati selain Marquez. Kita lihat saja di seri berikutnya setelah libur panjang
sirkuit baru, practice jumat amburadul cuacanya, data baru dapat di practice sabtu, belum sempet tukar data udah kualifikasi lanjut sprint race, kalo ambil data marc mentah2 ya mumet pembalap lainnya ekekekekeke
mau gak mau pakai data Marc untuk Brno-Brno selanjutnya.
Secara statistik nilai mean, median, modus punya Marc bakal nyeret pembalap lain untuk ikutin cara dia, which might be a disaster, atau bisa jadi juga successful who knows
Kesalahan berfikir
Aku mikirnya karena grip melimpah, ban minim spinning, bukannya yang bikin tempratur naik itu kalo ban spinning ya?
analisa warung pengkolan..
karena ban belakang kebayakan grip dan mendorong terus..
titik pengereman lebih belakang atau akan keluar jalur…
kecuali marc..
Bisa jadi seperti itu.. tp kita tunggu pendapat si akung..
Tapi pabrikan lain juga sama minim data kan?
Kelas D, terutama Yamaha udah tes duluan
Bener kang, tapi mungkin bagi haters akan ada aja alasan untuk tidak melihat emas di kubangan lumpur.
Haters lebih suka melihat Tai di tumpukan Emas
Semakin kelihatan betapa adaptifnya mm93