TMCBlog.com – Nama Nicolò Bulega mendadak jadi buah bibir di paddock MotoGP Jerez lalu. Bukan karena ia turun balapan, melainkan kehadiran agennya yang tertangkap kamera sedang melakukan penjajakan serius untuk membawa bintang WorldSBK itu naik kelas ke MotoGP pada tahun 2027.
Mengapa 2027? Karena itulah momentum reset teknis besar-besaran dengan regulasi mesin 850cc (GP27). Bagi pembalap yang datang dari luar paddock MotoGP dan sudah mengenal Karakter Ban Pirelli, memulai karir saat semua orang mulai dari nol dengan motor baru adalah waktu yang paling logis dan kompetitif. Namun, pertanyaannya: Di mana ada kursi kosong untuknya di ekosistem Ducati?
Tembok Tebal di Tim Factory
Mari kita sepakati satu skenario yang santer berhembus: Ducati Lenovo Factory Team untuk 2027 disinyalir kuat akan menjadi “Dream Team” dengan duet Marc Marquez dan Pedro Acosta. Jika skenario ini terwujud, maka pintu bagi Bulega di tim pabrikan tertutup rapat.
Oleh karena itu, Bulega harus mengincar kursi di tim satelit utama (Tier 2) yang tetap mendapatkan dukungan teknis pabrikan. Di sinilah analisis “bola liar” Skenario Posisi pembalap dimulai.
Skenario 1: VR46 Racing Team – Efek Domino ‘Diggia’ ke KTM
Skenario paling masuk akal bagi Bulega adalah masuk ke VR46 Racing Team. Namun, ini sangat bergantung pada pergerakan Fabio Di Giannantonio (Diggia).
-
Analisisnya: Diggia saat ini sedang dalam radar pantauan serius KTM. Jika pabrikan Austria itu berhasil menggoda Diggia untuk pindah pada 2027 (mungkin ditempatkan di Tech3 atau bahkan tim pabrikan jika ada perombakan), maka satu kursi di VR46 kosong.
-
Bulega, meski sudah keluar dari VR46 Academy, tetap memiliki hubungan baik dan profil “Italiano” yang sangat kuat, yang tentunya sangat disukai oleh sponsor utama seperti Pertamina.
Skenario 2: Gresini Racing – Jika ‘La Bestia’ Hengkang
Gresini selalu menjadi tempat yang ramah bagi pembalap yang ingin membuktikan diri dengan motor spek setahun lebih tua atau bahkan motor terbaru.
-
Analisisnya: Masa depan Enea Bastianini adalah kuncinya. Jika Bastianini tidak lagi berada di tim pabrikan dan memilih untuk mencari tantangan baru di luar Ducati (misalnya ke Aprilia atau KTM), maka Gresini akan mencari figur top rider baru.
-
Bastianini Dengar dengar masih memiliki Klausul 2027 dengan KTM Factory dan ini bisa menghambatnya Pindah ke Ducati tahun depan.
Peluang Bulega ke MotoGP 2027 bersama Ducati adalah 70% bergantung pada pergerakan pasar transfer pembalap lain seperti Diggia, dan Bastianini. Jika salah satu dari mereka memutuskan keluar dari lingkaran Ducati untuk bergabung dengan KTM atau Aprilia, maka Bulega adalah kandidat terkuat yang sudah disiapkan Ducati untuk mengisi kekosongan tersebut.
Langkah agen Bulega di Jerez adalah sinyal awal bahwa Ducati tidak ingin kehilangan talenta emasnya ini ke pabrikan rival. Kita tunggu bagaimana pergerakan kursi panas ini berkembang.
Taufik of BuitenZorg | @TMCBlog





Wkwkwkwk.. Toprak yg jauuuuuuuuuuuuhhhhhh lbh hebat dari Bulega aja struggle di motogp🤕.
Udeh mendingan bertahan di WSBK, gaji kecil gpp, yg penting jadi legend juara dunia. Dari pada jadi rider touring di Motogp.
Ketoprak kalau nunggang selain Yamaha pasti lebih baik.
Wes eman2 ducati kalo gak ngasih kesempatan vulega
hebat karna motornya buat apaan dibawa ke motogp. menuh2in slot rider medioker aja
Semakin mumet baca artikelmu wah
Betulll
Laptime berbicara
Artikel AI kocak
kacau wak.. Bastianini kok masih di Gresini atawa Ducati, database tahun berapa ini
era 2026 udah Claude ini masih GPT 2.0 yah
kalo mau pake AI serius itu dua pilihan:
1. Pakai AI berbayar versi terbaru
2. Redaksi ulang setelah masukkan prompt
bener2 sedih kalo salah satu media kita yang tembus MotoGP kualitas artikelnya kayak gini terus
😵💫
😅😭
Bestia 2026 = KTM Tech3 ≠ Ducati Gresini
wak hati hati, komplain perihal tulisan AI sudah terlalu banyak, ingat wak, antum dipanggil di TV karena orisinalitas, kalau kaya gini terus bisa bisa nanti ngga jadi narasumber di TV.. tobatlah ya akhi… kasihan Enea kalau baca ini bisa nangis guling guling 😭🤣