TMCBLOG.com – Nah, setelah di artikel sebelumnya kita dihebohkan dengan performa ngeri-ngeri sedap dari prototipe mesin 850 cc Ducati GP27 di Barcelona, kali ini ada satu lagi kabar krusial yang menyangkut hajat hidup orang banyak di paddock MotoGP masa depan. Yap, ini soal karet bundar alias ban 2027 MotoGP Pirelli!
Seperti yang kita tahu, musim 2027 bukan cuma soal transisi ke mesin 850 cc tanpa ride-height device, tapi juga menandai babak baru masuknya Pirelli menggantikan Michelin sebagai pemasok ban tunggal kelas premier. Nah, pertanyaan besarnya: Apakah regulasi batas minimum tekanan ban (tyre pressure rule) yang sering bikin pusing kepala kru tim dan bikin hasil balap berubah pasca-finis itu bakal dihapus oleh Pirelli?
Ternyata jawabannya: TIDAK, bro! Ternyata Regulasi tekanan ban ini akan tetap dipertahankan oleh Pirelli di awal musim 2027 nanti.
Direktur Racing Moto Pirelli, Giorgio Barbier, secara blak-blakan mengungkap alasannya kepada Motorsport.com. Yuk, mari kita bedah secara santai tapi serius, silakan dikunyah-kunyah…
Pirelli Pilih Cari Aman dan Hormati Warisan Michelin
Bro sekalian, regulasi tekanan ban yang diperkenalkan sejak pertengahan musim 2023 mewajibkan pembalap mematuhi batas minimum tekanan (saat bersama Michelin berada di angka 1,80 bar untuk ban depan dan 1,68 bar untuk ban belakang) dengan durasi minimal 60% dari total lap Main Race dan 30% saat Sprint Race. Kalau melanggar? Penalti waktu melayang, 16 detik di balapan panjang dan 8 detik di Sprint.
Kita tentu masih ingat drama-drama regulasi ini, seperti di GP Catalunya Mei lalu di mana Joan Mir kena sunat posisi dari podium 2 melorot ke urutan 13, membuat Pecco Bagnaia naik ke podium 3. Atau saat Maverick Vinales apes di Qatar 2025 lalu.
Meskipun Pirelli datang dengan filosofi dan konstruksi ban yang sama sekali berbeda dengan Michelin, Giorgio Barbier menegaskan bahwa mereka tidak mau gegabah langsung menghapus aturan keselamatan ini.
“Kami selalu mengatakan bahwa kami akan mempertahankannya (regulasi tekanan ban). Kami harus sangat menghormati pemasok MotoGP saat ini (Michelin). Jika setelah 11 tahun mereka membangun regulasi tersebut bersama Dorna karena menilai berkendara dengan tekanan ban rendah bisa menimbulkan bahaya, saya tidak bisa begitu saja bilang bahaya itu tidak ada. Mengapa? Karena kami belum mengenal motor MotoGP sedalam itu,” ungkap Barbier.
Sebuah sikap yang sangat bijak dan humble dari pabrikan asal Milan, Italia ini, bro. Mereka sadar, motor MotoGP saat ini adalah monster dengan downforce masif, sehingga beban yang diterima ban sangat ekstrem.
Karakter Ban Pirelli: Jauh Lebih Fleksibel!
Namun, ada angin segar buat para pembalap dan teknisi tim. Barbier memberikan sedikit bocoran teknis bahwa karakter ban Pirelli dirancang dengan working window (jendela kerja) tekanan yang jauh lebih luas dibandingkan ban pabrikan Prancis.
-
Sensitivitas Michelin: Ban Michelin saat ini sangat sensitif terhadap perubahan tekanan. Begitu tekanan naik sedikit saja akibat hawa panas di belakang motor pembalap lain (slipstream), grip langsung drop drastis. Sebaliknya, kalau terlalu rendah, ada risiko struktur ban rusak/pecah.
-
Kelebihan Pirelli: “Ban kami memiliki jendela kerja tekanan yang cukup luas. Pabrikan bisa memilih, dan perilaku ban tidak akan berubah terlalu banyak di antara satu level tekanan dengan tekanan lainnya,” jelas Barbier. Bahkan beliau menambahkan, “Saya tidak percaya ban Pirelli akan bekerja lebih baik di tekanan 1,4 bar ketimbang 2,0 bar.”
Jadi begini kesimpulan sementaranya bro… Di awal musim 2027 nanti, aturan main soal tekanan ban tetap ada. Namun, dengan karakter ban Pirelli yang lebih toleran terhadap naik-turunnya tekanan udara, tmcblog memprediksi drama “penalti setelah finis” atau keluhan pembalap yang motornya sulit berbelok saat overheating di belakang pembalap lain akan berkurang secara drastis atau bahkan hilang.
Pirelli akan memantau dulu situasi di musim perdana mereka. Jika semuanya aman dan data menunjukkan tidak ada potensi bahaya struktural saat tekanan ban turun, barulah mereka akan memutuskan apakah aturan ini dimodifikasi, atau bahkan dihapus total di kemudian hari. Langkah yang sangat terukur!
Bagaimana opini sampeyan—eh, maksud tmcblog, bagaimana opini bro sekalian mengenai keputusan Pirelli ini? Apakah langkah cari aman ini sudah tepat? Silakan tulis komentarmu di bawah ya!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog






Intinya mencegah lebih baik daripada mengobati
Daripada daripada
This is. Kalau bisa susah mengapa dibikin mudah.
di bagian akhir berasa baca blog sebelah hehehe…
jos gandos, ambrol celengan cakkkk….
BREAKING!!! ini baru namanya gebrakan cakkk
pirelli memutuskan untuk tidak menghapus regulasi tekanan ban
welehhhh…. opini sampeyan?
opini ngarang siap-siap sampluk sandal swallow
Hoalah tak kiro ta bakal di banned.
Aturan aneh. Kok gak ket awal race dicek.
Song asem kan mari race baru muncul keputusane.
Salam
Ymh
&
Frnds co
Munitiy