TOP SPEED & Konsumsi BBM Honda VARIO EVO 160 Lebih Baik dari Klaim AHM !!

TMCblog.com – Honda Vario Evo 160 sejatinya meluncur pada akhir Juni 2026. Motor skuter yang mendapat penyempurnaan pada sektor mesin—sehingga membuat karakter tenaganya lebih responsif—ini sejatinya sudah TMCblog uji di Deltamas. Namun, pada kesempatan tersebut kami tidak berfokus pada dua hal yang sangat dikepoin oleh Netizen, yakni Top Speed dan konsumsi bahan bakar. Barulah saat turing sejauh lebih dari 200 km, TMCblog dan rekan-rekan Konten Kreator mendapat kesempatan menjajal skutik ini lebih dalam dan lebih detail di Pulau Belitung untuk membuktikan performa sekaligus efisiensi bahan bakarnya dalam kondisi yang lebih nyata.

Saat turing ini, selain mengandalkan panel meter speedometer, TMCblog juga membekali diri dengan alat ukur pembanding berupa CycloComputer Xoss yang biasa dipakai gowes. Alat ini TMCblog gunakan untuk mengukur dan menyimpan data kecepatan, jarak, elevasi, serta suhu saat turing.

Sementara itu, karakter rute jalan yang dilalui memadukan jalan pesisir, jalur antarkota, hingga beberapa ruas dengan tikungan panjang dan sedikit menanjak di perbukitan di beberapa daerah. Walaupun selepas Kota Tanjung Pandan sudah jarang bertemu dengan lampu lalu lintas, selama perjalanan fitur Idling Stop System (ISS) tetap diaktifkan. Tapi ya itu dia, secara umum fitur ISS saat turing di Belitung ini tidak terlalu banyak memberikan “bantuan” untuk mengefisienkan konsumsi bahan bakar Vario Evo 160 Putih CBS yang TMCblog pakai.

Mayoritas jalan yang dilibas saat turing sejauh 200-an km di Belitung tergolong mulus, relatif datar, dan lengang, dengan beberapa catatan mengenai jalan bumpy yang bahkan sempat hadir saat TMCblog melakukan tes top speed… waduh, sereeem! Arus lalu lintas secara umum cukup lengang sehingga putaran mesin bisa dijaga tetap stabil tanpa banyak berhenti akibat kemacetan.

Gaya berkendara juga tergolong normal mengikuti kecepatan rombongan. Namun memang di beberapa segmen, khususnya saat 40 km pertama lepas dari Kota Tanjung Pandan, kecepatan sempat meningkat cukup tinggi dan jauh dari eco riding—sobat sekalian bisa lihat datanya di grafik atas ini.

Secara umum, ada sekitar 3 kali TMCblog mendapatkan kesempatan mencoba mengail top speed. Dari ketiga kesempatan itu, kecepatan tertinggi yang sempat dicapai ialah 124 km/jam On Speedo, yang ketika dilihat data telemetri GPS-nya diperoleh angka 113,4 km/jam. Ini jelas lebih tinggi dari klaim AHM yang sebesar 109 km/jam.

Setelah menempuh perjalanan sejauh 209,4 km on GPS atau 208,3 km on Odometer dengan variasi top speed genuine yang bisa dilihat di grafik, Multi Information Display (MID) menunjukkan rata-rata konsumsi bahan bakar Honda Vario Evo 160 yang TMCblog besut mencapai 55,5 km/liter. Angka tersebut juga bisa dibilang lebih baik dibandingkan klaim konsumsi BBM Honda Vario Evo 160 yang mencapai 46,7 km/liter berdasarkan metode pengujian pabrikan yang dilakukan AHM.

Kok bisa berbeda? Menurut TMCblog, hal ini dipengaruhi banyak faktor: mulai dari bobot pengendara (TMCblog TB 160 cm, BB 58 kg), kondisi jalan, karakter lalu lintas, gaya berkendara, alat, dan tentunya metode pengukuran. Namun memang tidak bisa dimungkiri, dalam pengujian sekaligus turing kami ini, kondisi jalan sepanjang 200 km di Belitung yang relatif sepi membuat mesin bekerja lebih efisien karena minim akselerasi dan deselerasi berulang atau stop and Go seperti yang terjadi di kemacetan khas jalanan perkotaan.

Honda Vario Evo 160 mengandalkan mesin eSP+ satu silinder, 156,9 cc, empat katup, berpendingin cairan. Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 15,1 hp pada 8.500 rpm, dengan tweak pada torsinya yang di generasi ini meningkat menjadi 14 Nm pada 6.500 rpm. Secara angka, tenaga tidak berubah dibandingkan torsi maksimum Vario 160 sebelumnya. Namun, Honda melakukan optimalisasi pada sistem pengapian yang membuat torsi naik sekitar 0,2 Nm, dari sebelumnya 13,8 Nm menjadi 14 Nm.

Untuk top-end power / top speed, peningkatan tersebut memang tidak terasa. Tetapi dengan bobot motor yang juga bertambah sekitar 1–2 kilogram dibanding model sebelumnya, penambahan torsi ini dirasa cukup memberikan karakter tarikan di awal dan menengah yang lebih padat. Semoga Berguna Sob,

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

3 COMMENTS

  1. Yg CBS Nitro andai dikasi rem cakram setara ABS, dan rem belakang cakram jg. Mungkin secara tampilan akan lebih cocok.

  2. Wuih mantab, mengetesnya setiap tetes BBM dan pelumasnya
    Karena kelihatan gak ada yg netes satupun

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP