TMCBLOG.com – Kepada Corsedimoto, Gigi Dall’Igna yang hadir di Race WSBK Pertama Phillip Island 2019 mulai bicara dan menanggapi Hatrick yang diperoleh Alvaro Bautista di atas Panigale VR. Ketika ditanya apakah Ducati akan mendominasi Kejuaraan WSBK 2019, Gigi menjawab : ” Sulit untuk mengatakan hal tersebut, Proye ini sama sekali baru seperti contohnya Motor. Saya Tidak tahu apa yang bisa di harapkan di Race mendatang. Kami menemukan bahwa kami memiliki kekuatan. Di Track tertentu kami akan bermasalah “

Ketika ditanya apakah dengan hasil PI maka Rea akan sediki ‘takut’, Gigi Menjawab : ” Level Superbike sangat tinggi, Jonathan Rea adalah salah satu pembalap terbaik dunia. Tujuan kami adalah bisa kompetitif berhadapan dengan Motor terbaik ( kawasaki ) “

Ketika ditanya apa pesan Ke Bautista setelah memenangkan 3 race di PI, Gigi Menjawab : ” Kami rasa Alvaro Senang setelah Balap. Kami katakan pada diri kami bahwa kita tidak boleh berpura pura, kami harus terus bekerja, seakan akan kami ini kalah dalam Balap. Ini adalah mentalitas kami. “

ketika ditanya soal Cibiran dari Lawan bahwa Ducati telah diuntungkan oleh Regulasi Rev Limit Mesin, Gigi Menjawab : ” jelas Ada Regulasi teknis, dan Kami bekerja berdasarkan aturan tersebut. Regulasinya sendiri sudah jelas . . . . Jika Kami menginginkan ( untuk Protes ), regulasi ini telah menghukum kami ( di tahun tahun sebelumnya ketika Ducati menggunakan Panigale V2 ). Ketika kami mempersiapkan Motor, Kami membaca peraturan dan mencoba untuk menginterpretasikannya untuk memperoleh Performa terbaik yang memungkinkan “

Ketika ditanya soal Chaz Davies yang tidak finish di depan seperti Bautista, Gigi Menjawab :  ” Alvaro telah menginterpretasikan Panigale V4R dan Sirkuit dengan lebih baik. Chaz Davies memiliki masalah fisik ( cidera ) sepanjang musim dingin, ia tidak pernah fit. Ketika pembalap memiliki masalah fisik, ia akan sulit menemukan Kalibrasi untuk membuatnya Kuat. Dengan dia kami mengharapkan banyak Kerja keras, kami merencanakannya di race mendatang “

Dari apa yang dikatakan Gigi di atas tmcblog bisa menyimpulkan, jelas sudah bahwa Ducati memang memulai wacana Membuat Panigale V4R dari keinginan untuk membuat Motor yang cepat di WSBK. Oleh karena itu mereka tidak akan tanggung tanggung dalam mendevelop mesin. Sembari terus membaca Buku regulasi, mereka membangun mesin Berbasiskan Mesin Desmosedici MotoGP yang tidak bermasalah secara regulasi WSBK. Ini jelas sebuah perencanaan yang sistematik yang sudah dimulai semenjak Lama, Bukan rencana Instant.

Taufik of BuitenZorg

42 COMMENTS

  1. Njiiirrr salah pilih Ban, sampe ngesooottt tiap exit corner…..

    Apakah ini pertanda Power berlebih menggerus ban atau pertanda Pertamax yang kesekian kali hingga back to back selalu always pole… Semoga

    Guest
  2. Izin Komentar Wak..

    “Membangun motor berdasarkan buku Regulasi ?” lah kalo regulasi di Oprek ditengah jalan.?

    kalo kata sy lebih tepatnya, membangun motor berdasarkan regulasi (celah) yang dibuat orang-orang berlatar belakang kami.

    wait & see

    Guest
    • Demi merebut kembali titel juara musim bagi mereka mah sah-sah saja, yang penting berpedoman pada ‘buku regulasi revisi kesekian’..

      Nggak peduli lawan keki berasa dikadali regulasi. 😂

      Guest
    • Gatot tuh Wak motor nya.. kalo regulasi di Oprek ditengah jalan.

      lebih tepatnya, regulasi terkunci hingga akhir musim bahkan 2-5 musim kedepannya.

      baru bikin motornya.

      Guest
  3. Begini yaa… Seri perdana WSBK PI .. sirkuit yang notabene Bautista punya data & masih fresh ingatan dimana harus latebrake, ambil sisi mana masuk corner, dimana buka gas dalam-dalam saat exit corner.

    Dan…. dengan motor lebih lembut dibandingkan MotoGP.

    Patut ditunggu kiprah Bautista di sirkuit yang notabene belum pernah doi Jajal, buta data, gak pernah main, disitu.. bijimane penampilan doi.

    hmm …

    Guest
  4. Semua itu cuma 1 yaitu untuk kawasaki,sampe bikin mesin V4 turunan mgp,betapa hebatnya kawasaki 👏👏👏

    Guest
    • Rea keles….

      kalo doi bisa menang 190x berturut turut dengan entertainment & bumbu saos Padang, asam manis, teriyaki ..

      di jamin 100% aman….

      masalahnya Rea terlalu manis, polos, menang yaa udah iya menang..iya kamu yang menang…. …

      Life is never flat ..!!!!!

      Guest
  5. Kayaknya ga ada yang aneh deh, datang belakangan, memaksimalkan kelonggaran regulasi.. Yo wajar to… Yang ga wajar itu datang belakangan, sudah tau tentang regulasi, tapi tidak mempersiapkan motor secara maksimal memanfaatkan kelonggaran regulasi… Akhirnya tetep kalahan.. Nah inilah yang salah

    Guest
    • menarik nih..

      hmm siapa yaa??.

      KTM MotoGP
      R25 my2018 ARRC 2019 kah?
      Aprilia MotoGP
      Doni tata Pradita GP250 with Yamaha prasejarah nya

      Guest
    • CBR 1000 RR SP2 Fireblade, nama aslinya aja udah panjang berikut gelar embel2nya :
      1. RR = Real Racing/Road Racing ?
      2. SP2 = Sport Production Version 2
      3. Fireblade = semangat yang berapi-api dan menyayat lawan setajam pisau

      Guest
    • yaaa macam Doni tata Pradita gp250 Yee?? pake Yamaha prasejarah sendirian.. .. .. ..hmm Dateng belakangan pake amunisi panahan, lawan udah pake Ak47 …

      tapi berkat itu Doni berkenalan dengan Lorenzo, tapi Lorenzo makin naik kelas teroooossss, Doni hilang arah angin.. ..

      pppfffftttttt 😰😰😰

      Guest
  6. Regulasi RPM masih sama kok kayak tahun kemarin seinget saya yang diambil dari produksi massalnya… Dan ducati memang membuat motor sesuai regulasi itu…

    Beda sama arrc yang menerapkan regulasi tiba2 di tengah musim…

    Guest
    • Penyelenggara ARRC terlalu reaktif, akibatnya terlihat tidak profesional.. Honda datang belakangan mempersiapkan motor secara maksimal dan tidak melanggar regulasi, dominan=wajar.. Datang belakangan, tidak mempersiapkan motor secara maksimal sesuai regulasi, artinya memang ga niat balapan..

      Guest
    • ARRC itu penyelenggaranya terlalu reaktif saat musim berjalan, namun lambat pikir ketika musim selesai..

      Guest
  7. Oke..baikya pabrikan lain juga buat motor kayak gini saja.turunan motogp 500biji jual sesuai harga. Pakai wsbk. Tapi keunggulan mesin inline adalah rider friendly, siapapun pakai gampang. g mudah dslosor.

    Guest
  8. 16rb rpm plus winglet plus ex motogp rider yg masih kompetitif merupakan paket komplit utk memenangkan kejuaraan ini.

    Guest
  9. tahun depan demi menjegal ducati akan bnyk superbike turunan motogp, kita tunggu 😎 kawasaki pny basic dari ZXRR, bmw pny basic dari suter-BMW jaman CRT, honda dari RCV, suzuki dari GSXRR

    Guest
  10. Menurut saya seharusnya hal ini menjadi pecutan bagi pabrikan lain,bukan malah protes. Ducati tidak melanggar regulasi sama sekali,semua pabrikan dibatasi oleh regulasi yang sama, kapasitas mesin yang sama yakni 1000cc, namun hanya ducati yang mampu membangun mesin yang mencapai rev limit 16k sedangkan pabrikan lain masih berkutat di rev limit 14k, yang berarti Ducati adalah pabrikan paling unggul soal rancang bangun motor masal saat ini. Lagi pula kan nanti ada peraturan pemotongan rev limit seiring musim berjalan apabila terdapat pembalap yang terlalu dominan. Pabrikan lain seharusnya mulai mikir terutama secara engineering bagaimana catch up dan overcome Ducati

    Guest
  11. wkwkwkw bener kan, pinter2 lah memanfaatkan regulasi yang ada, biar hasilnya bisa kaya V4R. yang lain kurang memanfaatkan celah, atau mereka memang tidak butuh mesin powerful agar motornya cepat, karena aspek2 dalam balap bukan hanya power maksimum mesin? biarlah netijen yang baca kulitnya saja nyiernyier

    Guest
  12. dulu juga waktu masih di aprilia si mbah gigi ini buat lawan ketar-ketir lewat biaggi dan aprilia rsv4 nya yah.. sampe jurdu wsbk 2010 dan 2012. bnyak media yg mnulis power dan topspeed aprilia di wsbk beti dgn motor motogp. hal trsbt trbukti ckup gemilang lewat prestasi aleix espargaro sbagai yg trbaik di kls CRT motogp lewat mesin aprilia rsv4 nya. lah skarang gigi di Ducati taringnya kluar lagi di WSBK. wadawww… hhehe..

    Guest
  13. Entahlah.. Yang gw lihat dari hasil regulasi saat ini yang terjadi adalah Ducati V4R ibarat mobil Lamborghini yang diadu balap dengan sedan sport Subaru WRX (mewakili tim pabrikan jepang).. Sama2 mobil sport tapi performanya timpang beda jauh.

    Guest
    • Beda kasta om Lamborgini sama WRX
      Supercar VS Sportcar
      Lamborgini VS Nissan Godzilla R35 GTR atau sama Acura NSX mungkin lebih setara (mewakili pabrikan jepang)

      Guest
      • lah iya, makanya saya sengaja ambil perbandingan timpang head-to-head.. coba kalo di ibaratkan Subaru WRX saya ganti ke ‘Godzilla’ Nissan GTR, ada kemungkinan masih imbang balapannya. nah kasus di Phillip Island kemarin yang gap finish hampir 15 detik itu saya ibaratkan dua kekuatan mesin yang beda jauh /timpang.

        Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.