TMCBLOG.com – Sam Lowes (Federal Oil Gresini Moto2 – Kalex ) Tercepat di hari Ke-Dua #QatarTest Moto2 2019. Catatan Laptime tercepat Lowes 1:58.824Â hampir 1 detik lebih cepat dari Laptime Tercepat hari pertama kemarin yang dibukukan Brad Binder dengan 1:59,776. Ini artinya Laptime yang di torehkan Lowes pada Sesi ke 5 ini bukan hanya yang Jadi yang tercepat di hari sabtu, namun Juga jadi yang tercepat di akumulasi sementara Jumat-Sabtu #QatarTest Moto2 2019.
Sam Lowes dan Remy Gardner (ONEXOX TKKR SAG Team – Kalex) Yang hadir sebagai pembalap tercepat kedua merupakan dua Pembalap yang bisa menorehkan Laptime sub-1:59 di hari kedua ini. Jorge Martin (Red Bull KTM Ajo) hadir di Posisi ketiga dan Menjadi pembalap Moto2 Pengguna sasis KTM tercepat di akumulasi 2 hari Test Qatar ini. Cukup Menarik melihat Posisi Pembalap ber-sasis KTM tercepat setelah Martin ada di posisi 12 Yakni Iker Lecuona
Sementara itu Posisi Top-5 di hari kedua di isi oleh dua pembalap team EG 0,0 Marc VDS yakni Alex marquez dan Xavi Vierge. Test Hari kedua Qatar Moto2 ini pun Boleh dibilang Cukup ketat karena dari posisi tercepat pertama Sam Lowes ke posisi Top-10 Fabio Di Giannantonio Hanya terpaut 0,583 detik. Dan Satu lagi, Posisi 1 sampai 15 ( Lorenzo Balda sari ) berhasil torehkan laptime yang lebih cepat dari Laptime akumulasi hari pertama kemarin. Semengara itu Pembalap Indonesia, Dimas Ekky Pratama Berada di posisi 31 Qatar Moto2 test dengan Jarak Laptime 3,652 detik dari Sam Lowes
taufik of BuitenZorg



Warbiasah ?
Sabar y dimass.. kita semua tau kamu itu pekerja keras..& lagi berusaha. tapi kerja keras aja gak cukup.. karena kamu juga butuh perubahan.. itulah yg harus kamu lakukan..
Chabtra p 29
Ayo ekky
Kowe bisa …
Posisi 20 typo
Paling gk jgn kalah dari team mate
Luar viasa berat ya perjuangannya..
Semoga ini bukan faktor motor..
Tapi bisa beda jauh sama somkiat p20 alias selisih 1,sekian detik dari pemuncak klasemen..
Yg terpenting waktu race aja sih, optimis dapat point.. syukur2 masuk 15 besar terus
Muleh ae,ngaret ne wedos nang omah dimas.!
Ayoooo dimas…….kamu bisaaaaaa…….????
Dimek pulang aja lah… Replace sama Andi / Gerry…
Klo kondisi begini terus bisa2 Dimek didepan setengah musim doang. Mudah2an bisa menyodok paling ga ya seimbang sm chantra aja dulu.
Setidaknya no 2 dari belakang.
sudah saatnya jual moge lokal biar indo punya pembalap papan atas. Ayo pabrikan.
test 1 2 3
bahas lanjutan alumni VR46 Academy dong wak haji, angkatan pertama udah sampai mana aja ya mereka. Sepertinya ga ada yg flop ya, Fenati karena faktor indisipliner bukan skillnya.
Master Camp yg pernah di ikuti Galang Hendra itu sama ga dengan tempaan yg Morbidelli dkk rasakan. Kalau beda jauh, apa ga lebih baik YIMM / IMI kirim pembalap muda terbaiknya buat sekolah disana. Dari pada kelamaan balap underbond di sini
Basicnya sama
malah Galang pernah berlatih bareng Franco
Balap outBon ??
balap jamesbond ?
VR46 academy yg lebih intens jangan samakan sama mastercamp yg cuma beberapa hari,lagian kayaknya masih berfokus pada pengembangan anak2 Italia buat menggulingkan dominasi spanyol,jadi gak menerima dr negara lain(tapi ga menutup kemungkinan kedepannya bisa saja terbuka untuk umum atau buka cabang di Asia misalnya)
underbone gan mksdnya…. wkwkwkwk
VR46 academy punya syarat mutlak yaitu warganegara Italia dan San Marino. WNI bisa apa? Kalau mau ekstrim suruh nikah sama orang Italia dulu biar lebih mudah jadi warganegara Italia?
Dimek kug tercecer…
tenang yg salah motornya …baru adaptasi…
dimek mendadak down time sheet..
alah udah ketuaan, salah motornya blala balla ganti aja yg muda kayak gerry mario dkk…hmmhm..
Kalo Dimas gak kuat, ya paling gak “Indonesia” diwakili Lowes di baris depan Moto2. Gardner juga semakin bagus, semoga kayak bapaknya.
No comment buat Chantra?
butuh waktu, butuh pembinaan, butuh jam terbang, butuh dukungan, butuh latihan dan yg terakhir butuh bakat
Dimas kaget dengan karakter engine triple silinder triumph 765cc yg begitu torqy dan physically demanding serta lebih wild saat buka gas di tikungan. Terlalu lama terbuai dengan kehalusan dan kelembutan engine 600 cc 4 silinder shortstroke sebelumnya yg begitu smooth dan memanjakan rolling speed di tikungan.
Alasan paling konyol. Dimas udah naik Ducati 848 dari 2008 yang cuma 2 silinder dan torsi lebih ngejambak. Memang skill dia sudah segitu, laptime aja cuma bisa kalahin bocah bau kencur. Dia udah terlalu om2 kalau mau alasan adaptasi, ini murni skill
itu kan udah lama, abis itu pindah ke 600 cc dan lama dia jadi “betah dan ke enakan”, seharusnya sebelumnya bawa Ducati lantas sekarang baru triumph mungkin hasil akan berbeda.
Iya keenakan dibayarin ahaem liburan di Spanyol 4 tahun, begitu suruh balap beneran kaget dan jadi jurukunci sirkuit. Masuk akal?
Paling demen kalau Om Darso udah komen… apalagi komen soal Dimas, Galang,dan lain nya…
Ibarat di PUBG sebagai sniper.. langsung kena pokoknya…
berarti level dimas (dan mungkin pembalap ahaem lain) cuma sebatas penggembira saja ya missqueen prestasi gak masalah yg penting bisa branding bawa nama ahaem ke kancah internasional, kalo gitu ya bagi pembalap binaannya yg mentalnya cuma ingin sekedar “mencari penghasilan” ya santai saja membalap tak perlu ngotot toh udah dibayari (selama 4 tahun) oleh ahaem, nanti kalo prestasi makin jeblok trus dipecat gak masalah lha wong modal usaha sudah terkumpul 🙂
@Reiju. Tepat! Kurang lebih itulah yang terjadi
saya cuma bisa ngelus dada. sama team-mate sendiri kalah jauh, bagaimana dg lawan-lawan dari tim lain?
saya masih berharap yg terbaik dari dimas eki, tapi bila di paruh musim memang tidak bisa meningkat, ya semestinya dimas sadar diri menyadari bahwa levelnya kurang layak untuk bertarung di race moto2
mustinya sebelum terjun di Moto2 new engine triumph ini, Dimas seharusnya sering latihan dulu atau trackday kek, pake motornya yg dulu pernah melambungkan namanya, yaitu Ducati 848 yg bermesin L-Twin yg terkenal bertorsi itu, yg power delivery ke ban belakangnya susah untuk di atur dengan tangan kanan, yg akselerasinya lebih kerasa jambakannya, yg lebih liar di tikungan lantaran masih pake chassis teralis pager yg tentunya masih kalah dg deltabox/twin spar itu. Beli 2nd nya kan masih ada, setidaknya beberapa kali melakukan track day bisa lah untuk nostalgia & dikit2 melupakan “sang mantan” yg saat dikangkangi dulu begitu halus begitu lembut yg udah “menemaninya selama 4 tahun” itu, sehingga begitu pertama “loncat” ke mesin triple triumph yg torqy tidak langsung “kaget” karna sudah punya landasan tentang bagaimana rasanya, karakternya, bagaimana memperlakukan “pasangan baru yg lebih binal” tersebut X)
Yang dielus dada siapa Pak Bangun hahaha
wah, mas Darso ini bisa saja mancingnya. kalau mengelus dada tetangga jelas tak ada yg mampu dan tak ada yg bisa mas. bisa dilempar mentega 1 kontainer sangat berbahaya, karena bisa menimbulkan kelicinan dan menyebabkan keterplesetan. haha…
Kelamaan diCEV juga gak balik ya..
Mudah2 kedepannya Mario sa gak lama2 diCEV ..liat cantra Dari moto3 lebih mudah adaptasi kemoto2
#gak baik
Terbuai dengan ke-smooth-an dan kelembutan engine 600 cc 4 silinder short stroke yg sebelumnya lama dipakai yg sudah kadung berada pada “zona nyaman”
ini sudah terlihat semakin ….
Semakin seperti yg sudah2 ??
semakin suram mas
awas ntar malah didepak tenfah musim lagi. klo gtu terpaksa migrasi ke ASB1000.
yg penting support terus deh Dimek di moto2. taun dpn belum tentu ad wakil indo dikelas ini ?
Tahun depan justru pilihan lebih banyak karena Andi Farid maupun Gerry Salim yang sama-sama skill lebih baik dari Dimas dengan jam terbang lebih rendah berebut kesempatan. Yang mengkhawatirkan justru slot ahaem di Hooonda Team Asia, kalau performa Dimas tetep malu2in bisa2 tim ga percaya dengan pembalap ahaem dan slot ahaem dikasih ke Malaysia atau Thailand. Dimas jadi penentu masa depan pembalap ahaem tapi kalau dia cuma gegayaan doang finish paling belakang bisa jadi Dona Titi jilid 2, didepak cuma setahun dan tim yang digadang2 jadi pintu pembalap Indonesia ke kejuaraan dunia justru tutup pintu karena malu dengan performa nya
yup.. gua rada setuju dengan yg ini..
Dimek pulang aja dah… Replace sama Andi/Gerry
suruh pulang aja si dimas tuh
oiya sedulur semua, hr ni tgl 3 maret suzuki mengadakan servis n ganti oli buat sepeda motor, yg otg tipe suzuki cm byr 25rb lho…
murah euy…
ayo manfaatkan… krn sy jg sdh servis td…
baru ingat untuk bagi info ini, mgkn ada yg blm tahu..
sy di daerah klaten, semarang sepertinya jg iya, apa mgkn se jateng ato seindonesia…
monggo bagikan info bermanfaat ini
servis+ganti oli untuk motor suzuki cm byr 25rb
oli pelumas kendaraan paling mantap, pengalaman saya pribadi tetap oli pertamina fastron techno biru mas. oli lain sudah saya skip. silakan dicoba sendiri. bisa dicoba yg pertamina fastron techno hijau dulu. hehe..
Di CEV dan Moto2 world championship juga ada bro
syukurlah bisa posisi 31
klo kita kita yg ikut race, bisa bisa di overlap sampek 31 race
Ane menunggu komeng dr blog sebelah punya mbah *atar ,kr2 Apa pendapatnya , jangan2 dimek mash adptsi,kt mbah atar sih dimek pembalp terbaik endonesah,IYA KATANYA????????
biasa lah pionnya suzuki dan ahm, muji2 tanpa logika wkwkwk
32 besar coyy
kurang bangga apa coba Mama sama Dimas
32 apa dulu? Kalau 32D ya besar hahaha
itu ukuran bra!
bisa ae,Semvak Levis!
Kalo sampai di racenya nanti gini terus, jadi ga tega nonton moto2 qiqiqi.. Tapi semoga ada yg memecut dimas ekky agar bisa tampil lebih baik biar ga rugi bandar.
Pembalap NOOB…se ndlosor Doni Tata
Posisi 31 ya? Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi.